Anggota Koramil Pagimana Turut Andil Redam Aksi Pemalangan Jalan Pasca Tragedi Pembunuhan di Bualemo

0
59
BNET – Paska tragedi pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Bualemu Kabupaten Banggai spontan menyulut kemarahan warga Desa Toiba dengan melakukan aksi seeping pemalangan jalan Trans Sulawesi. Sebagian besar dari mereka adalah sanak famili dan kawan-kawan dari korban Romi Nusi (17) yang merupakan warga setempat.
Seperti pemberitaan yang dilansir media ini sebelumnya, Romi Nusi tewas setelah ia dihujami tusukan benda tajam di beberapa bagian tubuhnya, oleh salah seorang warga Desa Longkoga Fery (27).
Pada peristiwa itu pelaku mencegat korban diseputaran jembatan 3 Desa Longkoga, saat korban kembali dari menonton pertandingan sepak bola di Bualemo.
Usai kejadian spontan saja menyulut kemarahan warga sekampung korban, olehnya tak heran jika kemudian mereka melakukan aksi pemalangan guna menuntut pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan menindaki sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
Dengan melihat situasi yang kian memanas, Batibung Bualemo Pelda Sukarni T bersama Babinsa Koramil 1308-07/Pagimana Sertu Asis menemui pihak aksi untuk melakukan negosiasi, kedua prajurit ini ikut membantu Kapolsek Bualemo Iptu Ngatimin dan anggotanya dalam melakukan tindak presuasif terhadap situasi yang mengarah pada ancaman keamanan dan ketertiban wilayah setempat.
Info yang dihimpiun melalui Danramil 1308-07 Pagimana menyebutkan, pada pukul 06.30 Wita,  masyarakat pemuda Desa Toiba berkumpul di rumah korban penikaman Almarhum Romi Nusi dalam rangka kesiapan untuk melaksanakan Aksi pemalangan jalan.
Lanjut, pukul 06.45 Wita, masyarakat pemuda Desa Toiba yang berjumlah sekitar 20 orang menuju jalan Trans Sulawesi Luwuk – Bualemo.
Kemudian pukul 07.00 Wita, masyarakat pemuda Desa Toiba melakukan aksi pemalangan jalan Trans Sulawesi Luwuk – Bualemo dengan menggunakan kayu dan bangku (kursi) kayu panjang.
Aksi oleh masyarakat pemuda Desa Toiba tersebut dilakukan sehubungan dengan kasus  Penikaman terhadap saudara/rekan mereka Sdr. Romi Nusi, 17 tahun, warga Desa Toiba, alamat Desa Toiba Kec. Bualemo yang dilakukan oleh Sdr. Feri, 27 tahun, alamat Desa Longkoga yang terjadi pada hari minggu 28/09/2019 dan korban penikaman meninggal dunia.
Massa aksi Menuntut pihak aparat Hukum (Polres Banggai) untuk segera menangkap pelaku penikaman, usut tuntas pelaku dan menindak tegas terhadap pelaku sesuai dengan aturan yang berlaku.
Setelah itu pada pukul 09.00 Wita, Oleh Kapolsek Bualemo Iptu Ngatimin bersama anggota Polsek dan Batibung Bualemo Pelda Sukarni T bersama Babinsa Koramil 1308-07/Pagimana Sertu Asis menemui pihak aksi untuk melakukan negosiasi, akan tetapi negosisai tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, dengan alasan bahwa pemalangan jalan dapat dibuka jika ada petunjuk dari orang tua korban.
Lantas kemudian sekira pukul 09.30 Wita, oleh Polsek Bualemo dan Koramil 1308 – 07/Pagimana berkoordinasi bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk melakukan negosiasi/pertemuan dengan pihak keluarga korban setelah selesai proses pemakaman almarhum Romi Nusi yang rencananya akan dilaksanakan pemakaman sesudah sholat Dzuhur dan selanjutnya Kapolsek bersama anggota Polsek bersama Babinsa tetap stanby di lokasi aksi sambil menunggu prosesi pemakaman selesai.
Kurang lebih pukul 11.30 Wita, Pihak Polsek Bualemo dan Koramil 1308 – 07/Pagimana melalui Kapolsek dan Batibung mendatangi rumah duka dan ikut melaksabakan prosesi pemakaman korban penikaman.
Sedang pukul 12.30 Wita, dilaksanakan prosesi pemakaman.
Lanjut dari pada itu pukul 13.15 Wita, prosesi pemakaman jenazah korban selesai dengan aman dan dilaksanakan pertemuan oleh Kapolsek Bualemo bersama pihak keluarga korban bertempat di rumah duka yang dihadiri, Batibung Bualemo Pelda Sukarni T dan Babinsa Sertu Asis ( anggota Koramil 1308-07/Pagimana ), anggota Polsek Bualemo, Amdjar La Akim ( Kades Toiba ), Bapak Alwi ( Ketua BPD Toiba ), Bapak Mustafha  ( Kadus Toiba ), Bapak Tekat Sukamto ( Tomas Toiba ), Bapak Darman Bakri ( Toga  Toiba ) dan keluaraga korban beserta masyarakat Desa Toiba, jumlah hadir sekitar 20 orang.
Pukul 14.30 Wita, pertemuan terkait negosiasi selesai dengan aman.
Adapun hasil pertemuan tersebut yakni, pihak Keluarga korban (orang tua kandung korban) menerima dan pasrah bahwa anaknya meninggal dunia. Pihak Polres Banggai melalui Polsek Bualemo betul-betul sudah/telah menangkap pelaku dan meminta bukti terkait penangkapan terhadap pelaku.
Dan oleh Polsek Bualemo untuk diperlihatkan bukti penangkapan pelaku dan oleh Kapolsek Bualemo memperlihtkan bukti pelaku telah ditangkap lewat WA paman korban Marwan. Setelah itu barulah pihak korban menyetujui untuk tidak ada lagi aksi pemalangan jalan, dengan catatan agar warga Desa Longkoga barat selama 2 atau 3 hari ini tidak dapat melintas dijalan Toiba menuju Kota Luwuk. Jika dalam waktu 2 atau 3 hari ini terdapat warga Desa Longkoga Barat melintasi jalan raya, maka pemalangan jalan akan kembali dilakukan.
Pukul 14.50 Wita, Masyarakat pemuda Desa Toiba yang melakukan aksi pemalangan membuka palang jalan dengan tertib dan aman dan seketika akses jalan Luwuk – Bualemo kembali normal dan situasi berjalan dengan aman dan kondusif.* pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here