Bea dan Cukai Luwuk Musnahkan Barang Sitaan

0
75

BANGGAINET – Kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai tipe Madya Pabean C Luwuk,  musnakan barang sitaan hasil penindakan berupa, tembakau, minuman yang mengandung alkohol. Selain giat tersebut sekaitan dengan pencanangan zona integritas di KPPBC TMP C Luwuk, Selasa (10/12).Dalam kegistan ini ikut dihadiri, Bupati Banggai Herwin Yatim, Kepala Bea dan Cukai Luwuk Sigit Santosa, Ketua DPRD Soeprapto,Kejari, Kapolres Banggai diwakili Kasat Reskrim Akp Pino Ary, Dandim 1308/LB yang diwakili Pasi Intel Lettu Dumanauw Lahope, serta Kapala PN Luwuk dan para tamu undangan dari lembaga Vertikal maupun non Vertikal.

Dalam sambutanya Kepala Bea dan Cukai Sigit Santosa mengatakan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah Instansi Vertikal di bawah Kementerian
Keuangan yang memiliki fungsi utama yaitu fasilitasi perdagangan dan industri, juga fungsi penerimaan negara dan perlindungan masyarakat dan industri dari beredarnya barang ilegal.

Menurutnya Bea Cukai Luwuk melakukan pengawasan terhadap peredaran BKC (Barang Kena Cukai) yang beredar di 4 kabupaten di wilayah kerja Bea Cukai Luwuk, yaitu Kabupaten Banggai, Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut dan Kabupaten Tojo Una-Una.

BKC ilegal adalah barang-barang wajib cukai yang tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar cukai. Cukai sendiri adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang – barang tertentu yg menurut sifat dan karakteristiknya yaitu konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, atau pemakaiannya perlu pembebanan pungutan, jelsnya.Rokok (Hasil Tembakau/HT) dan minuman mengandung ethil alkohol (MMEA) atau minuman beralkohol termasuk dalam karakteristik tersebut. Rokok dan minuman beralkohol yang dilakukan pemusnahan saat ini dinyatakan ilegal karena tanpa pita cukai (polos), menggunakan pita cukai palsu, pita cukai bekas dan atau pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya.

Terdapat juga MMEA yang diedarkan oleh pihak yang tidak memiliki ijin NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai).
Adapun jumlah barang yang telah mendapatkan persetujuan/keputusan dari KPKNL untuk
dimusnahkan pada saat ini adalah:
Rokok sebanyak 1.233.688 batang;
MMEA sebanyak 139 botol,
dengan taksiran nilai barang sebesar Rp 637,624,000 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 412,857,250.

Lanjut Sigit, BKC ilegal yang dimusnahkan ini adalah hasil penindakan oleh Bea Cukai Luwuk periode Agustus 2017 hingga Juni 2019. Dampak positif yang diharapkan dari pengawasan Bea Cukai terhadap peredaran BKC baik rokok maupun MMEA (minuman beralkohol) ilegal adalah pengamanan penerimaan negara dari sektor cukai, melindungi masyarakat dari rokok ilegal dari sisi kesehatan dan perlindungan konsumen termasuk melindungi produsen rokok legal, melindungi masyarakat dari dampak sosial yang negatif dari konsumsi minuman keras. Selain melakukan penindakan, Bea Cukai Luwuk juga melakukan sosialisasi tentang peraturan di bidang cukai kepada masyarakat bersinergi dengan Pemerintah Daerah dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan Pajak Rokok.

Ia juga menyampaiakan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut, sebagai pertanggungjawaban atas penggunaan DBHCHT dan Pajak Rokok. Keberhasilan Bea Cukai dalam menekan peredaran rokok ilegal dari 12,14% pada tahun
2016 menjadi 7,04% pada tahun 2018 (berdasarkan survey UGM) merupakan hasil dari upaya pengawasan yang dilakukan oleh Bea dan Cukai di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2020, DJBC
bertekad untuk menurunkan lagi tingkat peredaran rokok ilegal menjadi 3%. Tantangan pada tahun 2020 adalah dengan telah diumumkannya kenaikan tarif CHT yang tertuang PMK No.
152/PMK.010/2019. Salah satu dampak dari kebijakan tersebut adaiah potensi peningkatan peredaran rokok ilegal untuk menghindari pengutan cukai. Sinergi yang baik dengan Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum adalah salah satu upaya Bea Cukai untuk menekan peredaran rokok ilegal.*Ram

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here