Belasan Pelaku Ilegal Fishing Asal Balut  Ditangkap

0
268
BALUT, B-NET. Belasan nelayan asal Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Banggai Laut (Balut) yang menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak (Handak) pada minggu (9/9) tertangkap tangan saat hendak menjalankan aksinya.
Peristiwa penangkapan para pelaku ilegal fishing itu sekira pukul 07.30 wita tepatnya di Pulau Mangkeang, salah satu pulau kecil di Kecamatan Bokan Kepulauan Kabupaten Balut. Penangkapan itu berlangsung saat petugas Pengawas Kelautan Provinsi Sulteng bersama personil Pol-Airut serta Sekdis Perikanan Balut melakukan monitoring kelautan diwilayah pesisir Kecamatan Bokan Kepulauan.
“Saat itu hanya berjumlah beberapa orang saja, yang terdiri dari satu orang pengawas DKP Provinsi Sulteng, personil Pol-Airut dan saya sendiri. Pelaku ditemukan sedang melakukan pengintaian posisi ikan yang segera di bom,” ungkap Sekdis Perikanan Kabupaten Balut, Herto Sampelan pada awak media belum lama ini (Rabu/12/9).
Dari keterangan Herto Sampelan, dimana jumlah pelaku bom ikan yang berhasil ditangkap petugas yakni sebanyak 12 orang, satu diantaranya masih dibawah umur.
“Satu orang melarikan diri. Dan yang kategori masih dibawah umur tidak dilakukan penahanan. 11 orang itu yang diproses lanjut di Palu,” ungkapnya. 
Diketahui para pelaku kejahatan lingkungan ini berasal dari berbagai tempat berbeda. 2 orang berasal dari Sainoa-Sulawesi Tenggara, 1 orang asal Desa Kalupapi Kecamatan Bangkurung (dibawah umur), 2 orang berasal dari Desa Monsongan Kecamatan Banggai Tengah, sementara lainnya 7 orang berasal dari Pulau Jodoh Bokan Kepulauan.
Hari itu juga kata Sekdis Herto, belasan pelaku ilegal fishing atau pengeboman ikan dan transhipment tersebut langsung digiring ke Palu Provinsi Sulteng oleh pihak Pengawas Perikanan, DKP Provinsi serta Pol Airut. Sedangkan sejumlah barang bukti (Babuk) untuk saat ini masih dalam penahanan pihak terkait. *Galang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here