Ditenggarai Ada “Mafia” Gas Subsidi Beroprasi di Luwuk

0
137

BNET – Semenjak sebulan belakangan ini kelangkaan bahan bakar Gas LPG 3 Kg di Luwuk Kabupaten Banggai terus terjadi. Ditenggarai ada “mafia” tengkulak yang bermain keuntungan sepihak sehingga telah merugikan hak-hak rakyat atas subsidi yang diberikan pemerintah untuk pemenuhan bahan bakar rumah tangga. “Aneh kok agen yang ditunjuk Pertamina sebagai penyalur gas sibsidi 3 Kg melayani kios-kios pengcer sudah ikut menjual eceran. Sementara di kios-kios yang punya legalitas melayani penjualan langsung ke masyarakat penerima subsidi pemerintah tidak pernah lagi diantarkan, ada apa ini”, ujar salah seorang warga jalan Rajawali Luwuk Ali. Hal senada juga dikeluhkan lainnya, Ady.  Warga asal Kelurahan Keraton ini menduga jika kelangkaan gas LPG bersubsidi 3 Kg  ada unsur kesengajaan untuk tidak disalurkan ke kios-kios tersebut, hal ini dimaksudkan agar diberikan pada oknum-oknum tertentu yang merupakan tengkulak sehingga mereka dapat menggais keuntungan lebih dari jatah subsidi masyarakat di Kota Luwuk.  Sementara itu Manager agen penyalur gas subsudi 3Kg Kabupaten Banggai,  Emon menyatakan pihaknya selama ini menyalurkan hak-hak rakyat itu sesuai dengan jumlah permintaan yang ada. Menyangkut kelangkaan gas 3 Kg itu bukan rana mereka. “Kami melayani sesuai dengan permintaan dan itu dipenuhi semua”, terangnya.

Terlepas dari pernyataan tersebut lantas kenapa gas subsidi di Luwuk jadi langka?  Info sumber lain yang dihimpun media ini menyebutkan jika diduga kuat ada agen yang tidak menyalurkan gas subsidi ini dengan alasan laporan ketimpangan sehingga diberhentikan penyalurannya. Sementara disisi lain beberapa kios pengecer mengkomplain bahwa alasan pemberhentian penyaluran itu tidak mendasar dan diduga hanya sebuah kedok untuk menahan jatah masyarakat. Padahal gas itu dijualnya sendiri oleh oknum-oknum tertentu.  Sementara untuk dugaan warga lainnya menyatakan,  ada oknum yang menjadi penampung gas subsidi yang bekerjasama dengan oknum pengantar untuk dijual di area lain. Misalnya jatah di salah satu jalan di kompleks keraton ditangguhkan dan di droping ke tempat lain. Akibatnya warga setempat disibukan mencari gas ditempat lain dan itu belum tentu dapat.

Sementara data yang dihimpun media ini menunjukkan ada beberapa agen penyalur dan oknum pengantar yang diduga bekerjasama dengan tengkulak gas dalam upayah menampung jatah gas lebih yang diambil dari jatah kios-kio yang sengaja diberhentikan penyalurannya atau dengan jalan menahan tahapan pengantarannya.  Misalkan dalam satu bulan ada empat kali pengantaran ke kios yang bersangkutan, kemudian dirubah menjadi dua kali saja. Dengan hal demikian tentu masyarakat setempat yang dirugikan karena jatah subsidi yang diberikan pemerintah itu tidak dinikmatinya namun manfaatnya atas keuntungan finansialnya hanya diambil paksa oleh para ‘mafia” tengkulak gas subsidi. *kim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here