Ini Kata PWI Sulteng, Terkait Perampasan dan Penghapusan Karya Jurnalistik Watawan TV One

PALU – Merespons kasus perampasan dan penghapusan karya jurnalistik dari reporter TV One di Kabupaten Banggai pada Kamis (18/11) oleh oknum anggota Polda Sulteng saat kegiatan kunjungan kerja Kapolda di Kabupaten Banggai, maka PWI Sulawesi Tengah melalui ketuanya Mahmud Matangara,SH,MH menyampaikan hal-hal sebagai berikut, pertama wartawan dalam menjalankan profesinya dilindungi oleh undang undang. Oleh karena itu siapapun yang menghalangi kerja kerja wartawan patut diduga melanggar undang undang.
Kedua bahwa PWI Sulteng mengecam tindakan oknum polisi tersebut, sebagai tindakan yang melanggar kebebasan pers sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (8) dan Pasal 4 ayat (1) dan (3) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Selanjutnya, PWI Sulteng mendesak agar Polda Sulteng mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke Pengadilan. Pengusutan tuntas sangat diperlukan, mengingat kasus serupa sudah sering kali terjadi. Penuntasan kasus diharapkan memberikan efek jera dan menjadi pelajaran bagi oknum lainnya. Permintaan maaf tidak menggugurkan proses hukum.
Sementara pada poin selanjutnya PWI Sulteng berharap kedepan, personel kepolisian wajib memiliki pengetahuan dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas.
Kemudian, bila kapolda enggan menindaklanjuti kasus ini, pengurus PWI Sulteng akan berupaya membawa kasus ke Mabes Polri.
Pada poin 6 tuntutanya, PWI Sulteng meminta agar organisasi yang membawahi wartawan/jurnalis memperkuat solidaritas antar profesi.*pr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *