Ini Penjelasan Bonua Posaanguaan Nambo Terkait CSR DS-LNG

NAMBO – Komite CSR Bonua Posaanguaan Kecamatan Nambo Moh. Abdi H Kader angkat bicara menanggapi pernyataan dinilai controversial dari Sekertaris KNPI Kecamatan Kintom Mawardi Mustari S.Sos yang menyebut pelaksanaan program Corporate Social Responcibility (CSR) PT. DS-LNG di Kecamatan Kintom belum maksimal.

Seperti diketahui pemberitaan media ini sebelumnya, Sekertaris PK KNPI Kecamatan Kintom Mawardi Mustari S.Sos menilai pelaksanaan program Corporate Social Responcibility (CSR) PT. DS-LNG di Kecamatan Kintom belum maksimal. Pernyataan itu disampaikan di Gedung Graha Dongkalan Luwuk, Senin lalu (25/10) saat gelaran mediasi polemik tenaga kerja antar PT. Panca Amara Utama (PAU). Untuk hal tersebut tokoh muda ini menyarankan sebaiknya PT. PAU tidak memgadopsi pelaksanaan program CSR PT. DSLNG karena hanya terkesan menimbulkan polemik di antara pemuda setempat.

Sementara menurut Moh. Abdi H Kader, apa yang disampaikan Mawardi itu sangat controversial dan tidak mendasar.

“Apa yang disampaikan Sekertaris PK KNPI Kecamatan Kintom itu tidak mendasar,” kata Abdi saat ditemui di rumahnya, Jumat (30/10/2021).

Alumni Manajemen Informatika di Universitas Amik Risky Makassar ini menjelaskan, pelaksanaan program CSR DS-LNG di tiga Kecamatan, Batui, Kintom, Nambo semua sama.

“Program CSR DS-LNG tahun 2021 mengadopsi dari hasil sosmeping, yang dilaksanakan oleh setiap karangtaruna desa dan kelurahan,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Abdi, dari setiap desa dan kelurahan diminta 6 orang menjadi narasumber. Mereka diantaranya Pemerintah kelurahan, Pemerintah desa, BPD, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta masyrakat yang dianggap bisa mewakili masyarakat lainnya.

“Nah dari hasil responden inilah yang dikemas dan dijadikan program oleh pihak menejemen. Sehingga muatan kepentingan individu atau kolompok akan terminimalisir,” tandasnya.

Abdi yang juga menjabat Koordinator Bidang SDA dan Mineral KNPI Kabupaten Banggai itu sangat menyangkan apa yang disampaikan Sekertaris PK KNPI Kecamatan Kintom tersebut.

“Dari mananya yang dikatakan belum maksimal dalam pelaksanaan program CSR DS-LNG tahun 2021. Harusnya yang dipertanyakan kemana dana CSR di tahun-tahun sebelumya,” tanya Abdi dengan nada kesal.* Apry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *