JOB Tomori Dorong Penguatan Kapasitas Desa Tangguh Bencana

LUWUK – Kontraktor hulu Migas Banggai JOB Tomori, kini tengah mendorong upaya pemahaman mitgasi bencana melalui penguatan kapasitas terhadap masyarakat utamanya bagi mereka yang tergabung dalam Tim Desa Tangguh Bencana  (Destana). Kegiatan ini dikemas dalam program sosialisasi kebencanaan pelaksanana Community Emergency Drill, Selasa (4/10) di Hotel Estrella Luwuk.

Seperti dikeahui Destana merupakan desa yang memiliki kemampuan untuk mengetahui ancaman bencana diwilayahnya dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi resiko bencana.

Guna mewujudkan Destana yang berkualitas, JOB Tomori menggandeng Pemerintah Kecamatan Batui Selatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai dan Provinsi Sulteng, untuk melakukan sosialisasi petunjuk tehknis terkait apa yang harus dilakukan Destana. Giat ini melibatkan masyarakat Desa Paisubololi dan Desa Sinorang sebagai basis wilayah intervensi usaha kontraktor hulu dalam pengawasan SKK Migas ini.

Related Articles
(Camat Batu Selatan, Faidil Akbar)

Dorongan JOB Tomori terhadap keberadaan Destana mendapat apresias penuh dari Pemerintah Kecamatan Batui Selatan.  Camat Batui Selatan, Faidil Akbar dalam sambutan singkat dikegiatan tersebut mengatakan, dorongan JOB Tomori terhadap masyarakat melalui peningkatan kapasitas tim Destana merupakan wujud nyata sinergitasnya dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Untuk itu camat berharap melalui kegiatan sosialisasi mitigasi bencana ini kedepannya akan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang berada disekitar wilayah intervensi usaha hulu mingas tersebut. Olehnya dia berharap agar masyarakat yang mengikuti pelatihan untuk selalu serius dalam memperhatikan petunjuk tehkns yang dipaparkan BPBD kabupaten Banggai dan BPBD Sulawesi Tengah.

Sementara itu CHSE Senior Pertamina JOB Tomori, Irwan Gasgor pada kesempatan yang sama mengharapkan, dengan selesainya kegiatan ini para peserta sudah dapat memahami apa bencana itu dan bagaimana menghadapi kalau ada bencana serta tindakan apa yang harus diambil. Kemudian katanya, yang paling penting setiap ada bencana jangan panik. Memang bencana ini adalah suatu keadaan yang tidak diharapkan yang datang secara tiba-tiba yang mana hal ini dapat saja mengakibatkan cedera atau luka bahkan sampai menimbulkan korban jiwa meninggal serta mendatangkan kerusakan ligkungan pada semua tempat, dimana pada akhirnya mendatangkan kergian materil.

“ Melalui sosialisasi dan simulasi penanganan bencana dharapkan kita akan dapat mengantisipasinya”, terang  Irwan.

Pada bagian lain sambutan, dia juga berharap agar anggota Destana bisa dapat mengsosialisasikan pengetahuan yang didapatkan kepada seluruh masyarakat.

“ Paling tidak dimulai dari lingkungan keluarga, sebab setiap bencana itu merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mengantisipasinya. Melalui sosialisasi kita sudah tidak panik lagi dalam menghadapi bencana, karena memang sudah mengerti apa yang harus dilakukan semisal terjadi banjr atau tanah longsor peralatan apa yang harus disediakan dan bagai mana mengevakuasinya”, beber Irwan.

Untuk itu Irwan berharap, melalui giat ini anggota Destana dapat mengerti dan memberikan gambaran apa yang harus dilakukan kemudian antisipasinya bagaimana terhadap tindakan pertolongan kepada korban.

“ Mudah-mudahan dorongan ini akan bisa bermanfaat bagi kita semua dan apresiasi kepada BPBD Banggai yang telah bekerjasama melakukan pembinaan sehingga sinergitas antara perusahaan dan pemerintah terus terjalin dengan baik,” demikian Irwan.

Dorongan JOB Tomori terhadap upaya mitigasi bencana ini juga mendapat apresiasi penuh oleh masyarakat. Hal itu dikemukakan Ketua Destana Sinorang, Bahtiar.

(Ketua Destana Sinorang, Bahtiar)

Disela-sela kegiatan tersebut kepada Banggainet.com Bahtiar mengatakan, pihak perusahaan hulu migas ini ternyata sangat peduli dengan hal-hal yang menjadi ketentuan pemerintah utamanya menyangkut program mitigasi bencana, mengingat diwilayah desa yang berada di areal investasi gas terebut memiliki histori sebagai daerah bencana banjir, sementara masyarakat sendiri hingga kini belum sepenuhnya memahami hal tehknis apa yang harus dilakuan ketika terjadi bencana. Olehnya melalui dorongan JOB Tomori terhadap penguatan kapasitas masyarakat melalui program Destana tentunya hal ini akan sangat bermanfaat.

“ Saya berharap dukungan seperti ini bisa terus berkesinambungan demi mewujudkan Destana yang berkualtas”, demikian katanya.

(Sekertaris BPBD Banggai, Faisal Karim)

Sementara itu pihak BPBD Banggai, melalui Sekertaris Fasal Karim dalam pemaparan sosialisasi menerangkan bahwa ada 10 poin resiko becana yang menjadi stessig mereka diantaranya yang berkaitan dengan gempa bumi, sunami, banjr, banjir bandang, tanah longsor, gelombang ekstrim dan abrasi. Disamping itu cuaca ekstim, kekeringan, kebakaran hutan serta likuivaksi. hal ini merupakan pemetaan sebagai bagian dari resiko keadaan bencana yang terdapat di 23 kecamatan Kabupaten Banggai. Kajian ini sudah dipaparkan ditngkat pusat dan mungkin dalam waktu dekat pihaknya juga akan kembali memaparkan ditingkat pusat tentang pengurangan resiko bencana. Dengan adanya kajian sistimatis demikian tentu bisa menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang nanti dapat di gunakan oleh pemerintah kecamatan dan desa sebagai pijakan hukumnya, tandas Faisal.

Sosialisasi yang berlangsung Selasa itu pada hari berikutnya Rabu (5/10) dilanjutkan dengan kegiatan simulasi bencana yang diikuti perta yang merupakan tim Destana melalui bimbingan BPBD. Pelaksanaanya berlangsung di pantai wisata  Desa Sinorang Kecamatan Bantui Selatan.*

 

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button