Kajari Bilang Ada Pungli Rp.50 Ribu/Jerigen

LUWUK SELATAN – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banggai, Masnur menyebut ada dugaan penimbunan BBM dan praktik pungli dalam permaslahan kelangkaan BBM di Kabupaten Banggai.

Indikasinya karena di beberapa SPBU terjadi antrian kendaraan yang mengular hinga membludak keruas jalan.

“Karena kejadian ini berulang-ulang kali setiap tahun. Maka sebagai seorang jaksa yang bertugas menyidik dan menyelidik saya berfikiran mungkin terjadi penimbunan. Apalagi saya dengar banyak hal-hal yang kita tidak inginkan terjadi. Terutama pada saat pengisian jerigen, ada pungli disitu, bukan cuma Rp.15 ribu sampai Rp. 50 ribu per jerigen,” ungkap Masnur dalam rapat koordinasi kelangkaan BBM yang digelar diruang rapat Kantor Bupati Banggai, Senin (16/11).

Dia menegaskan untuk minindaklanjuti permasalahan tersebut perlu dibentuk tim pengawas. Karena dalam melakukan penindakan kita tidak hanya berkiprah pada suatu kebijakan tapi kita berupaya dalam bentuk pencegahan.

“Kepada rekan-rekan Pertamina kita berharap adanya keterbukaan dan kejujuran dalam hal pendistribusian BBM. Karena kita semua bekerja untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banggai yang diwakili Wakil Bupati Banggai juga menanyakan kenapa bisa terjadi antrian panjang. Guna menindaklanjuti persoalan tersebut kata Wabup perlu adanya perbaikan komunikasi Internal pihak Pertamina ke pemilik SPBU dan pemilik SPBU ke bagian Operator pemegang Nozel.

“Pertamina seharusnya melakukan Kontrol kesetiap SPBU dan langsung memberikan penilaian tentang pelayanan kepada masyarakat dan menindak langsung serta memberikan penilaian kepada pemilik SPBU nakal dalam merubah sistim pelayanan, kalau ini terus dilakukan kepada semua SPBU tentu akan bisa merubah minset pelayanan lebih baik.” tegas Wabub Banggai.

Sebelumnya pihak Pertamina Depot Banggai menjelaskan bahwa stok untuk BBM sudah cukup untuk beberapa hari kedepan sedangkan permasalahan untuk pengisian jerigen sudah disampaikan kepada pemilik SPBU dalam menindak setiap pengisian.

Sementara untuk pengisian jerigen khusus para petani dan nelayan harus ada surat pengantar dari desa atau lurah.*Apry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *