Kasus Pencurian Barang di Hotel Frits Kintom Penadanya Residivis, Ko’ Yus Rugi 700 Juta

LUWUK – Kasus pencurian barang perlengkapan di Hotel Frits Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai, pelaku serta penadanya tertangkap.

 

 

 

Dalam aksi kriminal ini korban Ko’ Yus selaku pemilik hotel ini ditaksir mengalami kerugian Rp.700 Juta.

Satreskrim Polres Banggai saat melaksanakan Press Conference terkait pengungkapan kategori kasus Curat itu, membeberkan kronologisnya berdasarkan laporan polisi Lp/B/228/IV/2024/Res Banggai/Polda Sulteng, Jumat (3/5/2024) di Lobby Mapolres Banggai.

Menurut Kasat Reskrim, AKP Tio Tondy, pencurian dengan pemberatan di Hotel Frits milik Ham Abuda alias Ko Yus (58) di Desa Manyula Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai ini terungkap 10 orang tersangka (TSK).

Masing-masing TSK memiki peran yang berbeda-beda yaitu ada yang masuk kedalam dan mengambil barang berharga, dan lainnya menikmati hasil curian.

Lanjutnya Tio, para tersangkanya adalah MAH (18), SK (17), AR (14), dan RJ (16) serta penadah IL.

“Selain itu ada FD (22), YS (26), MH (19), SAD (16), dan SS (16). Mereka juga ini terlibat dalam kasus cabul terhadap anak di kecamatan itu.

“Semua tersangka adalah warga Kecamatan Kintom, kecuali penadah yang berasal dari Luwuk,” ungkapnya.

Dijelaskan, kejadiannya bermula pada Rabu (24/4/2024) sekitar jam 10.00 Wita, yang mana saat korban datang kehotel miliknya, mendapati keadaan pintu masuk telah rusak dan terbuka.

Setelah dicek kebeberapa ruangan, ternyata barang-barang perlengkapan yang ada telah hilang, seperti kulkas merk Toshiba sebanyak 20 buah, AC 1PK, 20 unit, AC duduk 3PK, 3 buah, sebuah kulkas showcase, sebuah meja, lampu gantung 2 buah, cermin 15 buah, tempat bunga 2 buah dan sebuah kursi sofa.

Selain itu, 14 buah kursi kayu, kabel listrik MCB 3 Pas sebanyak 26 buah, kipas angin 15 buah, CCTV 20 buah, sebuah resiver CCTV, sebuah power suplay, spring bad 20 buah, sofa tidur 15 buah, 1 set simulator permainan golf, sebuah tangga almunium, serta 1 set bor tangan merk Bosch.

“Total kerugian sekitar Rp 700 Juta,” terang Tio.

Lanjut diterangkan, penangkapan terhadap para tersangka ini setelah dilakukan pulbaket dengan menyita barang bukti yakni sebuah tempat sampah, sebuah kipas angin, 2 buah spon, 2 buah, hanger 2 buah, kulkas 2 buah, sebuah kursi kayu lipat, sebuah cermin, 3 buah meja kayu dan 2 buah spring bad.

“ 6 buah kulkas telah dijual oleh penadah IL ke wilayah Taliabo, Maluku Utara. Ada 3 penadah lagi yang akan kami periksa,” terangnya.

Untuk penada yang tertangkap ini pernah pula melakukan peran sama di kasus-kasus lainnya, sehingga dia dianggap sebagai residivis.

Lanjut katanya, modus oprandil para pelaku dilakukan secara bersama-sama pada malam hari dengan masuk ke dalam hotel seraya merusak pintu dan jendela.

Bagi Tio bahwa pasal yang disangkakan terhadap para tersangka yaitu Pasal 363 ayat (1) ke 3e, ke 4e dan ke 5e KUHPidana subside Pasal 362 KUHPidana dan penadah Pasal 480 KUHPidana Jo Pasal 363 ayat (1) ke 3e, ke 4e dan ke 5e KUHPidana.

“Ancaman hukuman penjara selama-lamanya 9 tahun. Untuk tadah maksimal 4 tahun,” demikian tegasnya.*/pr

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button