Kodim 1308/LB Gelar Komsos Cegah Tangkal Radikalisme

0
61
BNET – Satuan Kodim 1308/LB (23/7) menggelar Komunikasi Sosial (Komsos)  bertema, Cegah Tangkal Radikalisme.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Makodim 1308/LB.
Sebagai pemateri, Dandim 1308/LB, Letkol Inf Nurman Syahreda, SE mengatakan, TNI yang merupakan komponen utama dalam mencegah radikalisme, tentunya tidak dapat bekerja sendiri, akan tetapi perlu dukungan ataupun peran serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI.
Karena kata sandi radikalisme memiliki faham menginginkan perubahan dibidang sosial politik, yang dibarengi dengan cara drastis/kekerasan oleh kelompok tertentu.
Kelompok Radikal ini, terdiri dari Radikal Kiri, Radikal Kanan, dan Radikal Lainnya.
Untuk Radikla Kiri (Raki) kata Dandim, memiliki faham anti agama (komunisme), dengan menggunakan pola Kekuatan buruh/tani yang miskin, manipulir petentangan ipoleksosbud.
Kelompok ini biasanya sering mengangakat issue terkait upah buruh, jaminan, keamanan, pembagian lahan, pajak upah dan tanah. Kelompok ini, juga dapat berinfiltrasi ke ormas/orpol bahkan ke instansi pemerintah.
Sementara untuk Radikal Kanan (Raka) memiliki  faham fundamentalisme, faham agama yakni pada agama tertentu dimana menanamkann fanatisme agama agar pengikutnya memiliki milintasi.
Doktrin ini juga sering  mempertentangkan kenyataan yang ada dengan dalil agama. Faktor yang mempengaruhi gerakan Raka diantaranya faktor ekonomi yang lemah, kebijakan politik yang tidak sesuai menurut mereka, pisikologi dan pendidikan.
Sedangkan untuk Radikal Lainnya (Rala), kelompok ini memiliki faham anti NKRI, dimana mereka menghendaki adanya  disintegrasi bangsa. Konsepsinya bersumber pada rasa sentimen, kedaerahan, heroisme sehingga dapat melakukan suatu tindakan anarkis.
Olehkarena itu pola-pola penyeberan radikalisme seperti ini harus diwaspadai khususnya penyebaran melalui media sosial. Karena di media sosial sangat mudah untuk diakses, cepat.
Lanjut Dandim, sebagai suatu bangsa yang beragam (Bhineka Tunggal Ika) tentunya harus saling toleransi.
Upaya startegi dalam menghadapi atau cegah tangkal radikalisme sangat diperlukan peran serta semua elemen bangsa, bukan hanya TNI/Polri saja yang melakukan tindak proteksi ini,  akan tetapi semua komponen bangsa, termasuk para pelajar.
Lebih jauh dipaparkannya, kondisi pertahanan nasional yang mantap (dibidang ipoleksosbud) dan menjalin komunikasi yang baik antara semua elemen bangsa, sangat diperlukan dan sekaligus menanamkan serta meningkatkan rasa cinta tanah air.
Jangan mudah terprovokasi dengan adanya issue yang tidak dapat dipertanggungjwabkan (Berita hoax) baik berita/informasi yang didapat dari media sosial.
Jadikan media baik itu cetak, media elektronik maupun media sosial sebagai sarana diskusi.
Dan Laporkan setiap adanya suatu kelompok atau oknum yang terindikasi atau akan melakukan suatu gerakan yang mungkin mengarah pada hal-hal yang menyimpang, demikian tandasnya.
Dalam kegiatan ini selain dihadiri Dandim 1308/LB, Letkol Inf Nurman Syahreda, S.E sebagai pemateri, juga hadir Kasdim 1308/LB, Mayor Inf Red Abner Patambo, Pa Staf Dim 1308/LB, Danramil Jajaran Kodim 1308/LB. Selain itu hadir pula, Ba dan Ta Kodim 1308/LB, para tokoh agama diantaranya, Ustatz Yunus M.Arsyad, Pdt.Edison Tunide, Pdt.Yepta.S, Pdt.Flora. Jamila, S.Sos, H.Latandasa, dan Saiful B.Sangaji.
Disamping itu turut hadir pula tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta ASN Kecamatan Luwuk, ASN Kelurahan Luwuk dan Mahasiswa Unismuh Luwuk bersama para Pelajar SMA.* pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here