Lapas Luwuk  Bekerjasama Dengan CV. Kintom Jaya Kembangkan Produksi CVO

0
83
BANGAINET – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Luwuk saat ini bekerjasama dengan CV. Kintom Jaya untuk mengembangkan produksi minyak kelapa murni non kolestrol atau yang dikenal dengan sebutan Virgin Coconut Oil (CVO).
Seperti diketahui CVO metupakan minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diambil minyaknya atau kermelnya diproses tanpa bahan kimia.
“Jangan kita salah menafsirkan dan mengartikan bahwa Narapidana (Napi) itu dicap tidak baik ditengah-tengah masyarakat. Dasar pemikiran inilah, pihak kami merubah pola-pola lama yang diterapkan di Lapas Luwuk menjadi modern dengan mengembangkan program dan kegiatan pembinaan kemandirian terhadap warga binaan di Lapas II Luwuk,” demikian penegasan Kepala Lapas Kelas II Luwuk, Soetopo Barutu, A.Md, IP, S.Sos, M.Si, disela-sela penandatangan kontrak kerjasama dengan CV.Kintom Jaya, di Aula Lapas Kelas II Luwuk, Selasa (12/11).
Menurutnya, program dan kegiatan dimaksud, sangat bermanfaat bagi seluruh warga binaan yang ada di Lapas Luwuk, sehingga ketika mereka bebas dari Lapas, telah memiliki ilmu dan ketrampilan yang sangat menguntungkan baik secara pribadi maupun untuk masyarakat secara umum.
Saat ini, kata Soetopo, yang baru setahun menjabat  sebagai Kepala Lapas Kelas II Luwuk ini, ada sekitar 30 warga binaan yang baru selesai mengikuti pelatihan ketrampilan tehnisi audio vidio dan pengelasan. Khusus dibidang industri/pengolahan minyak kelapa murni (CVO) ada sekitar 20 orang yang saat ini kita lakukan pembinaannya.
“Seluruh warga binaan yang ada di Lapas Kelas II Luwuk, akan dilakukan pembinaan kemandirian dengan berbagai program kegiatannya.
Paling terpenting adalah masalah keamanan. Misalnya masuk keluar Lapas perlu ada pemeriksaan yang ketat, sehingga tidak menimbulkan hal-hal negative yang kita sama-sama tidak inginkan. Intinya warga binaan dalam Lapas Luwuk, setelah keluar dari Lapas dapat merubah prilakuknya menjadi orang sukses,” pinta Kalapas Sotopo.
Sementara itu, Direktris CV.Kintom Jaya, Jaya Tatu Ise sangat memberikan apresiasi positif terhadap Lapas Kelas II Luwuk yang telah menyambut baik program kegiatan pembinaan kemandirian dibidang insdustri/pengolahan CVO yang saat ini sedang dikembangkan oleh perusahaan yang dipimpinnya, Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai.
Menurutnya, pembuatan minyak kelapa murni ini memiliki banyak keunggulan, diantaranya, tidak membutuhkan biaya yang mahal karena bahan baku mudah didapat dengan harga yang murah, begitupun pengolahannya sangat sederhana dan tidak terlalu rumit, serta penggunaan energi yang minimal dan tanpa bahan bakar, sehingga kandungan kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama asam lemak dalam minyak.
“Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil ini merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna putih bening, aromanya harum, serta jangka waktu kadaluarsanya cukup lama hingga diatas 1 tahun”, jelas Jaya.
Disamping itu katanya, minyak kelapa murni mempunyai kualitas yang lebih baik dan dari segi ekonomi, mempunyai harga jual yang lebih tinggi. Untuk itu kedepan pengolahan ini akan terus dikembangkan kedalam studi VCO.
CV. Kintom Jaya, saat ini telah mengembangkan pola-pola kemitraan dengan menjaring para petani-petani kelapa disuluruh wilayah supaya bisa menenuhi kebutuhan permintaan pasar.
Giat ini akan dipandu langsung oleh Kepala Devisi Bidang pengolahan dan produksi  CV.Kintom Jaya, Jemy Saini. Prospek pasarnya cukup menjanjikan, karena CV. Kintom Jaya telah bermitra dengan pihak-pihak tertentu untuk pemasarannya baik dalam lingkup lokal maupun luar daerah.
“Pemasaran tidak perlu diragukan karena ukup menjanjikan dan CV.Kintom Jaya sendirilah yang akan membeli secara langsung  kepada para pengelolah minyak kelapa murni dimasing-masing wilayah yang akan dijadikan mitra,” tandas Jemy. * mito

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here