Nenek Sebatangkara Nangis ke Kasat Sabhara, Kenapa Yah?

32

NAMBO – Kasat Sabhara Polres Banggai, Iptu Jimyarto Anasim SH bersama anggotanya (2/10) mengunjungi warga kurang mampu dan memberikan bantuan sembako.

Warga yang dikunjungi Kasat Sabhara yaitu Abertina Singkuku. Sosok ini hanya hidup berdua bersama cucuknya di Desa Sayambongin, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai. Keduanya menempati kediaman yang hanya berdinding papan reot sehingga dapat dikategorikan sebagai rumah tak layak huni.

Saat disambangi, nenek ini hanya bisa menangis terharu begitu menerima bantuan dua paket sembako itu dari Kasat Sabhara Iptu Jimyarto.

Kepada Kasat, Abertin menceritakan kondisi kesehatannya dan saat ini ia sendirian, alias sebatangkara, karena terpisah dari anak-anaknya.

Kasat prihatin mengetahui kondisi Albertin. Sembari berbincang, Kasat merogoh saku kanannya dan memberikan isinya kepada Abertin. Kasat juga mengusap pipi Abertin yang basah karena air mata.

Kegiatan tersebut berawal saat Kasat Sabhara menerima informasi dari warga. Sehingga terjun memberikan bantuan yang mana menurutnya kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap sesama yang membutuhkan uluran tangan.

Kasat Sabhara Polres Banggai, Iptu Jimyarto Anasim SH, mengatakan, pemberian bantuan berupa paket sembako dan uang tunai ini diharapkan sedikitnya dapat mengurangi beban ekonomi Abertin yang kini hanya ditemani cucuknya.

“Jadi pemberian paket sembako ini merupakan bentuk kepedulian Polres Banggai kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Iptu Jimyarto.

Ia menyebutkan, bahwa Polri harus ada di tengah-tengah masyarakat untuk membantu saudara-saudara yang kurang mampu dan sangat membutuhkan uluran tangan.

“Ini merupakan kegiatan inisiatif dari Bapak Kapolres, untuk membantu masyarakat dimasa pandemi COVID-19,” ujarnya.

Seperti diketahui, bahwa Abertin yang merupakan warga Desa Sayambongin, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai ini sudah bertahun-tahun tinggal berdua dengan cucuknya dan hanya menempati rumah papan yang tidak layak huni.

Abertin mengaku, dirinya terpaksa menempati rumah itu lantaran tidak ada lagi tempat tinggal.

“Lokasi ini punya orang lain. Saya terpaksa harus meminjam lokasi ini karena sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Saya cuma pinjam ini,” katanya.

Ia juga mengaku, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-harinya, dia hanya mengandalkan pemberian dari tetangga.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here