Pasi Intel Kodim 1308/LB Gelar Pemaparan Materi Pengaruh dan Pencegahan Narkoba

0
26
BANGGAINET –  Pasi Intel Kodim 1308/LB Lettu Inf Dumanauw Lahope dalam materi penyuluhan P4GN mengatakan, Narkotika adalah Zat/obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Hal tersebut dikemukakan dalam giat pemaparan materi Penyuluhan, Pencegahan, Pemberantasan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Triwulan IV 2019. Kegiatan tersebut berlangsung (29/11) di Aula Makodim.
Lanjut Pasi Intel, Psikotropika adalah Zat/obat baik alamiah atau sintetis, bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan prilaku.
Untuk zat adikatif lainnya adalah Alkohol, Rokok, Cafein, yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik.
Jadi katanya, faktor yang mempengaruhi terhadap penyalagunaan Narkoba yakni, pengendalian diri yang lemah, cenderung mencari sensasi, kondisi kehidupan keluarga temperamen, gangguan perilaku, suka menyendiri dan berontak serta prestasi sekolah rendah.
Adapun bentuk Narkoba yakni, serbuk putih (Opium, morfin dan heroin), bubuk kristal (kokain), biji, bunga, daun yang dikeringkan (kanabis, mariyuana, ganja), jenis kaktus tertentu seperti wiski, vodka, anggur, ketan hitam dan lainya.
Untuk sanksi penyalagunaan Narkoba bagi pengguna narkotika golongan I berupa kurungan penjara maksimal 4 tahun, srdangkan pengguna narkotika golongan II penjara maksimal 2 tahun dan pengguna narkotika golongan III penjara maksimal 1 tahun.
Disamping itu untuk sanksi pengguna narkotika (Produsen) golongan I penjara seumur hidup, produsen narkoba golongan 1-penjara maksimal 15 tahun dan produsen narkoba golongan 1-II maksimal 7 tahun.
Penegasan ini kata Pasi Intel tertuang dalam UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Dalam regulasi ini mengatur tentang penyalagunaan, psikotropika beserta aspek-aspek lain serta sanksi-sanksi pidana seperti halnya UU Nomor 22 Tahun 1997.
Dampak buruk pengguna narkoba yaitu, gangguan  pada system syaraf (neorologis), gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), gangguan pada kulit (dermatologis), dan gangguan pada paru-paru (pulmoner).
Untuk dampak buruk pengguna narkoba yaitu, Sakit kepala, mual dan muntah, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia. Penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron) serta gangguan fungsi seksual. Bagi pengguna narkoba, resikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C dan HIV. Terhadap Psikologi yaitu kerja lamban, ceroboh, tegang dan gelisah, hilang rasa percaya diri, apatis, penghayal, curiga, ganas dan tingkah laku yang brutal, sulit berkosentrasi, perasaan kesal dan tertekan, cenderung menyakiti diri serta perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri, demikian terang Lettu Inf Dumanauw Lahope.*pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here