Pembinaan LSM, Ormas dan OKP,  Dandim 1308/LB Ingatkan Ancaman Proxi War

0
37
BNET – Dandim 2308/LB, Letkol Inf. Nurman Syahreda mengingatkan tentang ancaman Proxy War dimana salah satu pihak menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain untuk berperang melalui berbagai Aspek idiologi politik ekonomi sosial budaya (Ipoleksosbud),dengan cara intervensi dan memberikan tekanan.
Hal ini diungkapkan Dandim selaku salah satu pembicara dalam giat pembinaan peningkatan peran LSM, Ormas dan OKP dalam menjalin keamanan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Tahun 2019 yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika Luwuk Sulawesi Tengah.
Lanjut dijelaskan, lingkungan eksternal populasi dan kemampuan bumi, hanya cukup untuk 2 milyar dengan standar masyarakat Eropa, jika dengan standar hidup masyarakat Amerika saat ini dibutuhkan lebih dari 5 bumi dan dengan standar hidupnya masing-masing idealnya bumi hanya mampu menampung 3-4 Milyar manusia.
Olehnya itu tak heran jika banyak yang ingin kuasai Indonesia untuk masuk ke semua lini kehidupan ipoleksosbud, ancaman nyata bangsa Indonesia, perang lingkungan, perang keuangan, perang dagang, perang biologi, perang hukum, perang budaya, perang media dan perang siber.
Selain itu kata Dandim, ancaman global terkini revolusi industri adalah tren terbaru teknologi yang sedemikian rupa canggih dimana dalam perkembangannya berpengaruh besar terhadap proses produksi khusus sektor manufaktur.
Kemudian pada bagian lain materinya Letkol  Letkol Inf. Nurman Syahreda juga mengungkit menyangkut faham Radikalisme, jihad untuk khalifah, ideologi islam, Khafilah, dan waspadalah katanya bahwa 23% mahasiswa dan pelajar telah terjanngkit Radikalisme.
Untuk itu guna mengantisipasi ancaman kedepan yang semakin nyata tentu penting untuk selalu dilakukan pembangunan karakter, pemahaman nilai nilai pancasila, penanaman kebangsaan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, cinta tanah air dan bela negara dan kenalkan pahlawan bangsa, bersatu berjuang dan pengorbanannya. Jagan mudah terpengaruh budaya asing dan arus globalisasi, jadi tokoh dan contoh dilingkungan sekitar, gunakan media sosial dengan bijak untuk kroscek informasi agar tidak terprovokasi.
“Tak ada gunanya kita makmur dan modern namun kehilangan yang fundamental dan yang terbaik dari bangsa kita yaitu pancasila, ke Bhinekaan, semangat persatuan, toleransi, kesantunan, plurisme dan kemanusiaan”, demikian tekanya.
Sementara itu hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Bupati Banggai, Ir. H. Herwin Yatim, MM Kepala Kesbangpol Kabupaten Banggai, Drs. Irfan Poma, MM, Akademisi, Dr. Isnanto Bidja (Dosen Fakultas Hukum  Universitas Tompotika Luwuk Banggai), Kasat Bimmas Polres Banggai, AKP Andi Zainudin M, Ketua FKUB Kabupaten Banggai H. Arifin Dg Matorang serta para pimpinan dan anggota LSM, Ormas dan OKP Kab. Banggai.*pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here