Pemda Bangkep Diminta Identifakasi Penyakit Rumput Laut Tinangkung

BANGGAINET.COM. BANGKEP- Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan diminta mengidentifikasi penyakit putih batang yang menyarang ribuan hektar rumput laut di Desa Tinangkung Kecamatan Tinangkung Selatan.

Penyakit tersebut sudah diresahkan petani yang membudidayakan rumput laut. Akibatnya banyak petani merugi sehingga gagal panen.

Petani rumput laut Tinangkung Arianto Pilili, mengatakan Penyakit berupa warnah putih pada batang rumput laut dampaknya rumput laut patah – patah sehingga jatuh ke dasar laut. Hal itu dapat menurunkan produksi tanaman.

“Penyakitnya berbentuk warna putih pada batang rumput laut kemudian menyebabkan patah-patah pada batang dan jatuh ke dasar laut sehingga ini yang merugikan petani rumput laut dengan begitu hasil panen sangat berkurang sekali,”ungkap Arianto kepada media ini Rabu, (18/5/22).

Sampai saat ini, kata Arianto penyakit berwarna putih pada batang rumput laut belum juga di ketahui penyebabnya sehingga dibutuhkan adanya peran aktif dari pemerintah daerah untuk menanganinya.

“Sebaiknya penyakit putih-putih pada rumput laut ini di periksa melalui laboratorium maka dari itu kami butuh dukungan dari pemda. Karena penyakit ini waktu dulu tidak ada dan sampai sekarang kami masi dibingungkan apa penyebabnya,”ujarnya.

Arianto mengaku sudah sering kali mengeluh kepada Dinas Perikanan maupun instansi terkait di Kabupaten Bangkep. Tetapi jawabanya selalu sama yakni dengan alasan faktor alam.

Menanggapi harapan masyarakat soal terhadap penyakit rumput laut, Anggota DPRD Kabupaten Bangkep Irwanto I T Bua mengatakan, keluhan petani rumput laut perlu menjadi perhatian pemerintah.

Pasalnya, hasil panen rumput laut telah mengangkat perekonomian masyarakat khususnya wilayah pesisir di tengah-tengah lesuhnya anggaran daerah.

“Saya akan mendorong persoalan ini di DPRD agar diseriusi dan meminta Dinas terkait segera mengambil langkah-langkah untuk mencari solusi agar petani rumput laut tidak di resahkan dengan adanya penyakit yang saat ini telah merugikan petani,”terangnya. *(Kus)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button