Pemicu Issu Panik Tsunami di Nambo

0
309

BNET.- Sekira pukul 00.03 wita dini hari tepatnya Sabtu (29/12), warga dibeberapa desa Kecamatan Nambo Kabupaten Banggai Sulteng, dihebohkan dengan berita akan terjadi gelombang tsunami besar di Kabupaten Banggai.

Tak heran kemudian kalangan warga dipesisir pantai yang terkontaminasi dengan issu menyesatkan ini, langsung panik dan bergegas mengungsi ke tempat aman menuju dataran tinggi.
Berdasarkan penuturan warga, kooptasi issu stunami yang berhembus itu dengan menganalogikan tanda-tanda alam, dimana telah terjadinya air laut yang surut di pesisir pantai Nambo yang pertanda tsunami akan datang.
Sementara disisi lain dari info pemicu kepanikan ini, diduga karena warga telah terbawa arus opini medsos tentang wacana dan visual kejadian bencana alam dinegeri ini.
Padahal disisi lain oleh sebagian warga dipesisir Nambo menyatakan, surutnya air laut dibibir pantai itu bukan merupakan kejadian baru lagi.
” Air meti tidak sampai sepuluh meter dari pantai, nah,, sementara pemandangan ini sudah biasa terjadi, lantas apa yang menjadi dasar kepanikan” ujar Apry.
Bahkan menurut warga yang bermukim di bibir pantai Desa Sayembongin Kecamatan Nambo itu, didesanya pun sering dilanda gelombang pasang yang menghempas sampai ke rumah penduduk yang bermukim dipinggir pantai dan kejadian ini sudah biasa bagi warga setempat.
“Disini sering terjadi gelombang pasang jika angin dari barat dan selatan bertiup kencang, percikan ombaknya sampai kedapur rumah “, terangnya.
Ia menduga kepanikan warga ini mungkin saja karena dipicu oleh info wacana di medsos yang tak dijamin kebenarannya atau hoax. Ataupun itu karena warga ikut trahuma atas tragedi bencana alam yang sering di saksikan melalui dinding online medsos mereka masing-masing.
“Karena  kalau saya dengar dari alasan warga yang mengungsi, katanya info tsunami itu dari upload facebook”, ujar Apry.
Memang yang namanya bencana alam perlu diwaspadai dan tawakal,  hanya saja kita perlu juga memilah akurasi atas info yang benar dan mana yang hoax, sehingga tidak berdampak pada gangguan situasi yang sebelumnya terpelihara kondusif.
“Alhamdulilah dengan adanya kesigapan Polsek Kintom yang datang memberikan seruan pada warga untuk menangkal hoax, situasi kepanikan dapat ditekan menjadi normal kembali”, tandasnya.* erz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here