Pemulihan Ekonomi Akibat Covid, Kades Lemdar Canangkan Padat Karya

27
BANGKEP – Rentang masa pandemi Covit 19 begitu berdampak terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal ini dipicu oleh adanya kebijakan pemerintah untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Menyikapi hal tersebut Kepala Desa Leme-Leme Darat (Lemdar) Kecamatan Buko, Welly mencanangkan program padat karya guna membantu pemulihan ekonomi masyarakat di desanya.
Menurutnya, saat ini, hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia berjibaku menangani pandemi virus corona (Covid-19) yang sangat berdampak terhadap stabilitas perekonomian di seluruh sektor kehidupan masyarakat.
“Adanya penerapan PPKM di masa pandemi Covid ini tidak saja hanya berdampak pada masyarakat di perkotaan namun masyarakat yang berada di pedesaan juga ikut merasakannya”, ujar Welly Siako, Sabtu (5/8).
Olehnya itu selaku penanggung jawab utama dalam pemerintahan di desanya, ia mencanangkan program padat karya.
Adapun kegiatan padat karya kata Welly yakni, pembuatan riol untuk saluran air yang sering meluap menggenangi jalan dan rumah warga, serta perbaikan jalan menuju gereja yang banjir pada saat musim penghujan seperti sekarang.
“Kegiatan ini kami danai melalui anggaran dana desa tahun 2021”, katanya. Sebelumnya program tersebut berdasarkan hasil musyawarah yang disepakati bersama oleh masyarakat Desa Leme-Leme Darat.
Kegiatan dilapangan melibatkan langsung masyarakat sehingga ada asas manfaat ekonomi yang didapat dari giat tersebut. Selain itu kata Kades pihaknya juga terus melakukan upayah penanganan penyebaran Covid dengan selalu mengingatkan masyarakatnya untuk tetap menjalankan protekoler kesehatan, jelasnya.
Sementara itu apresiasi atas giat ini dikemukakan Ketua Lembaga Pemerhati Keuagan Negara Indonesia (LPKN) Wilayah Indonesia Timur, La Omy La Tua.
Menurut Aktifis yang akrab di sapa bung Tommy Maluku Utara ini, ada suatu keunikan dalam program padat karya Desa Lemdar, dimana pekerjanya tidak hanya di lakukan oleh lelaki namun kaum perempuan juga ikut berpartisipasi. Para perempuan di desa ini kata Tomy ulet dan tidak kala aksinya dengan kaum lelaki.
Olehnya La Omy La Tua berharap pelaksanaan program padat karya yang dilaksanakan kiranya dapat diikuti oleh desa-desa wilayah lain di Kabupaten Bangkep. Mengingat bentuk gotong royong seperti ini sudah jarang di lakukan sehingga perlu digalakan.
Sementara menanggapi seburuk apa dampak ekonomi covid saat ini, La Omy La Tua mencontohkan, kalau krisis ekonomi dan moneter tahun 1997 silam, tidak terlalu berdampak pada masyarakat yang menggeluti UKM, tapi dengan pandemi Covid saat ini banyak UKM di daerah yang tutup, para petani juga kesulitan, demikian Tomy.*pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here