Peracik Miras Yang Bikin Orang Meninggal Dunia Ditahan Polsek Toili

0
51
BNET – Peracik Miras oplosan yang mengakibatkan konsumennya meninggal dunia ditahan di Polsek Toili. Seperti diketahui kasus ini berawal dari adanya pesta miras yang menyeababkan satu orang meninggal dan empat lainnya dirawat setelah mengkonsumsi miras oplosan di Desa Minahaki, Kecamatan Moilong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Para korban sebelumnya meminum miras buatan dari alkohol 70 persen yang dicampur air putih dan satu bahan lainnya berupa ragi tape pada Kamis, 24 Oktober 2019.
Diketahui reaksi keracunan belum langsung berdampak pada kelimanya, dan baru dirasakan jelang sehari kemudian pada Sabtu 26 Oktober. Dimana para korban ini kehilangan kesadaran dengan kondisi fisik yang terus menurun, sehingga harus dibawa kerumah sakit.
Kapolres Banggai AKBP H. Moch. Sholeh SIK, SH, MH, melalui, Kapolsek Toili, Iptu Candra SH, mengatakan, pesta miras yang membawa maut ini terjadi disalah satu warga di Desa Minahaki, dimana pemilik rumah bernama Dodi Sumakul telah membuat minuman oplosan dari racikan alkohol tersebut.
“Dari keterangan peracik, Dodi Sumakul, racikan minuman oplosan terdiri dari Alkohol 70 persen 1/3 gelas plastik dicampur air putih sebanyak 5 gelas plastik dan ditambah minuman penambah energy M 150 sebanyak 2 botol,” ungkap Iptu Candra.
Ia menambahkan, ada keterangan lain dari beberapa korban yang berada di rumah sakit, racikan tersebut masih ditambahkan satu bahan lagi yakni ragi tape.
“Semua dicampurkan kedalam minuman oplosan tersebut,” imbuhnya.
Untuk mencegah hal – hal yang tidak diinginkan, kini Dodi Sumakul telah diamankan di Mapolsek Toili, mengingat keluarga korban tidak menerima ulah dari peracik hingga menyebabkan keluarga mereka menjadi korban meninggal dan keracunan.
Satu korban meninggal dalam peristiwa ini, yakni Sardin A, 20 tahun setelah mendapat perawatan di RSUD Banggai di Luwuk dan menghembuskan napas terakhir pada sore harinya. Sementara keempat rekannya yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas Toili, akhirnya dirujuk pula pada Sabtu malam, sekitar pukul 23.00 WITA.
Adapun korban yang tengah menjalani perawatan di RS Banggai saat ini adalah, Eki Febrian (20),  Adriansyah Karim (20), Rusman (23) dan Sahrul yang masih berumur 17 tahun. Keempatnya adalah warga Minahaki.
Upaya merujuk keempat orang yang  sekarat di RS Banggai ini sempat terkendala jumlah unit ambulance di Puskesmas, hingga akhirnya Kapolsek Candra langsung berinisiatif mencari unit lainnya yang tersebar di pusat kesehatan masyarakat lainnya yang ada di dataran Toili.
“Beruntung pak Kapolsek bisa menambahkan unit ambulance untuk bawa yang empat orang lagi, mengingat kondisinya terus memburuk,” ujar perawat di Puskesmas.*(Ram)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here