Polres Bangkep Ungkap Motif Pembacokan Isteri, Tersangka Dijerat Pasal Berlapis

0
64

Kasat Reskrim Polres Bangkep, Iptu Syukri Larau, SH (dok foto istimewa) 

BNET – Setelah berhasil mengamankan “GC” sebagai tersangka pelaku aksi pembacokan terhadap Nurnaningsih (34) istrinya sendiri, jumat (6/9) pekan lalu. Tim Satreskrim Polres Banggai Kepulauan mengungkap motif serta identitas tersangka dan menjeratnya dengan pasal berlapis yang membuahkan ancaman kurungan badan 10 tambah 5 sampai 8 tahun penjara.

Kapolres Bangkep AKP Aditya Surya Dharma, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Syukri Larau, SH, menyebutkan, Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara Satreskrim Polres Bangkep kepada tersangka, motif penganiayaan tersebut dilatarbelakangi oleh rasa cemburu tersangka terhadap korban yang diduganya telah melakukan perselingkuhan dengan lelaki yang belum ia ketahui.

“Menurut keterangan tersangka, tindakan itu terpaksa dilakukan karena merasa cemburu dengan korban yang diduganya telah berselingkuh”. Ungkap Syukri saat ditemui di ruang kerjanya senin (9/9).

Namun demikian, tim satreksrim Polres Bangkep masih akan terus melakukan pendalaman untuk mengetahui motif lain tersangka melakukan aksi tidak terpuji itu.

“Iya kita masih akan terus melakukan penyidikan untuk mengetahui motif lain yang melatarbelakangi aksi tersangka degan memeriksa sejumlah saksi nantinya”. Imbuh Syukri

Iptu Syukri juga sedikit menyentil identitas pelaku dengan menyebutkan, bahwa tersangka merupakan seorang kontraktor di wilayah kabupaten Banggai Kepulauan yang berstatus sebagai sarjana hukum alumni salah satu perguruan tinggi yang ada di Luwuk.

“Iya, karena memang tersangka ini berasal dari Luwuk dan korbannya warga desa Saleati Liang. tapi setelah menikah mereka memilih tinggal di Liang”. Ungkap Syukri.

Dari tangan tersangka, tim reskrim polres Bangkep juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan pelaku untuk membacok korban dan juga pakaian korban yang penuh bercak darah.

Atas perbuatannya, tersangka dikenai pasal berlapis yakni pasal 44 ayat 1 dan 2 UU KDRT Nomor 23 dengan ancaman hukuman pidana 10 tahun penjara. Juncto pasal 351 ayat 2 dengan ancaman pidana 5 sampai 8 tahun penjara.

Untuk diketahui bahwa korban saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Luwuk usai menjalani tindakan operasi atas luka bacok yang dialaminya.*Rif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here