Produksi Hulu Migas JOB Tomori di Banggai Masuk Yang Terbesar di Indonesia 

BANDUNG – Potensi hulu migas Kabupaten Banggai yang salah satunya di Kelolah Joint Operating Body Pertamina – Metco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori), ternyata terbesar di Indonesia.

Hal itu dikemukakan Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan – Sulawesi (Kalsul), Azhari Idris dalam kegiatan Edukasi Media, yang diselenggarakan SKK Migas -JOB Tomori, Selasa (25/6/2024) di Hotel Croune Plaza Bandung Jawa Barat.

” Jadi besar ini, besar sekali produksi JOB Tomori dan Dongi Motindok yang ada di Sulawesi Kabupaten Banggai masuk dalam 5 besar potensi migas di Indonesia,” ujar Azhari.

Menurutnya, produksi Migas JOB Tomori  dan Donggi Motindok itu berkisar 400 juta kaki kubik mmscfd, dan ini hampir sama dengan salah satu perusahaan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) di Kalimantan Timur.

Inovasi yang dibarengi dengan penguasaan tehnologi tentu merupakan bagian dari keberhasilan dalam meningkatkan produksi dan juga ditunjang dengan analisis indikator kinerja keuangan yang merupakan persentase perbandingan antara total pendapatan dibandingkan dengan total biaya produksi yang dikeluarkan terhadap keberadaan potensi sumur migasnya.

Azhari meyakini, jika sekarang posisi DBH migas untuk Banggai berkisar di angka 400 Milyar kedepan akan lebih bertambah besar apalagi Kabupaten Banggai diberikan kewenangan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengelolah Participating Interest (PI) 10 %  di sektor Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas).

“Satu-satunya yang pertama di Indonesia ada pelimpahan kewenangan pemerintah provinsi kepada BUMD kabupaten”,  katanya.

Gubernur Sulteng sudah menyepakati melalui surat pernyataan yang ditandatanganinya bahwa PI 10% diberikan kewenangan pada Kabupaten Banggai untuk dikelolah oleh BUMD nya.

Kebijakan seperti ini belum pernah terjadi di Indonesia sebab PI 10% itu kebanyakan di atur penuh oleh Pemerintah Provinsi.

Dia berujar bahwa perpanjangan kontrak pengelolaan Migas di Blok Senoro telah di perpanjang Pemerintah Pusat yang sebelumnya berakhir 2027 kini ditambah hingga 2047.

Ini tentu merupakan kesempatan besar bagi Kabupaten Banggai selaku daerah penghasil untuk merasakan manfaat terhadap multi evek ekonomi adanya kegiatan investasi hulu migas di Blok Senoro ini.

“Selain Banggai mendapat dana bagi hasil juga akan mendapat keuntungan yang cukup besar dari PI”,  jelas Azhari.

Untuk hal tersebut Kepala Perwakilan SKK Migas Kalsul ini berharap agar kalangan media selaku mitra dapat terus bersinergi dengan K3S yang ada di Banggai, seperti yang telah dilakukan JOB Tomori  untuk bersama mendukung kelancaran kegiatan hulu migas di Kabupaten Banggai, demi ketahanan pasokan energi nasional. * le

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button