Program Rumah Layak Huni di Bangkep Belum Maksimal.  Rumah Warga Kurang Mampu Ambruk

0
49
BANGGAINET – Perhatian pemerintah dalam menjalankan program rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu nampak belum teraplikasi dengan baik di Wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep). Salah satunya di Desa Kalumbatan.
Adalah Sofyan warga desa setempat, beserta 3 anggota keluarganya yang selayaknya mendapatkan perhatian dari program rumah layak huni, namun tak pernah tersentuhan asas manfaat program pemerintah tersebut. Justeru sekarang ini Sofyan beserta anak-anaknya terpaksa harus menumpang tinggal di rumah saudaranya dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan. Pasalnya, rumah tua miliknya tiba-tiba ambruk total sekira pukul 09.00 wita, senin (11/10).
Sofyan menuturkan, saat kejadian dirinya sedang merapikan berbagai perkakas rumah tangga yang ada di samping rumah bersama kedua anaknya. Sedangkan putranya yang bungsu tengah berada di dalam rumah. Tapi beruntung anaknya selamat dari reruntuhan itu.
Lelaki berusia 47 tahun yang telah ditinggal mati istrinya beberapa tahun lalu itu mengaku meski pun dirinya telah kehilangan tempat tinggal tapi ia sangat bersyukur tidak satu pun anggota keluarganya yang menjadi korban serius dari peristiwa itu.
“Saya yang baru saja mau beristirahat dari pekerjaan, tiba-tiba terkejut dengan gemuruh badan rumah saya yang langsung ambruk sekaligus tanpa ada satu pun bagian yang berdiri. Saya seolah tidak percaya dengan peristiwa itu” tutur Sofyan dengan binar mata yang berkaca-kaca, saat sedang berada di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa rangka kayu bangunan rumah yang ditinggalinya sudah berusia puluhan tahun. Bekas perabotan rumahnya yang runtuh akibat gempa tahun 2000 silam, sudah lapuk parah sehingga tidak lagi kokoh. Bahkan untuk mengokohkan  beberapa bagian dari rumah itu Sofyan hanya mengikatnya dengan tali.
Sofyan yang berprofesi sebagai nelayan kecil itu juga mengungkapkan, jauh sebelum peristiwa itu terjadi, ia sudah berkehendak untuk membangun rumah baru, karena ia merasa rumah itu tidak lagi layak huni. Tapi karena keterbatasan ekonomi, ia baru bisa mengusahakan beberapa potong balok kayu dalam waktu hampir setahun ini.
Untuk meringankan beban keluarga Sofyan dalam membangun rumahnya kembali, masyarakat setempat bersepakat mengulurkan bantuan seadanya baik berupa uang maupun material perabotan rumah.
Dari gambaran kejadian yang menimpa warga ini, merupakan kesimpulan bahwa peran pemerintah dari lini bawah hingga atas belum begitu maksimal menjalankan program kerja nyata dalam menangani permasalahan mewudkan hunian layak bagi warga kurang mampu.*(Rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here