Setelah Kades Sukamaju 1 Ditangkap, Yang Lain Bakal Menyusul?

0
347

(Dok foto 1 dan 2, Istimewa)

BNET. Kasus penyimpangan pemanfaatan Anggaran Dana Desa (ADD)  kini menjadi target utama dalam bidikan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Untuk Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari)  setempat melalui Seksi Pidana Khusus yang dipimpin Rusly Tomeng, pada (5/12) telah menangkap Kepala Desa Sukamaju 1 Kecamatan Batui Selatan, “SY” terkait korupsi ADD Rp. 240 Juta.

Informasi yang beredar ditengah masyarakat, setelah kasus ini ada lagi beberapa oknum Kades yang bakal jadi ditarget operasi. Olehnya itu para Kades perlu untuk selalu mawas diri.

Saat ini “SY” dititipkan sementara di Lapas Klas IIB Luwuk  selama 20 hari kedepan sambil menunggu berkas perkaranya dilimpahkan Jaksa ke Pengadilan Tipikor Palu.

Rusly Tomeng mengatakan, oknum Kades ini terpaksa harus ditahan, setelah sebelumnya mereka melakukan serangkaian penyelidikan APBDes Sukamaju 1 Kecamatan Batui Selatan tahun 2017 yang terindikasi kuat banyak terjadi penyimpangan.

Dikatakanya, kasus ini mencuat setelah Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat Kabupaten Banggai dalam pemeriksaan khusus di tahun 2018 menemukan adanya sejumlah penyelewengan dana pada beberapa kegiatan di Desa Sukamaju. Hanya saja Kades masih diberi waktu untuk menutupi ketekoran anggaran yang tak jelas pemanfaatannya itu. Lantaran tak direspon secara baik oleh Kades sehingga kasusnya ditindaklanjuti pihak Kejari Banggai yang kwmudian menemukan  kebocoran dana sejumlah kurang lebih Rp 240 juta.

“Iya awalnya kasus ini merupakan pemeriksaan khusus APIP Inspektorat Banggai yang kemudian kita tindaklanjuti,” tutur Rusly pada sejumlah Jurnalis diruang kerjanya.

Dalam proses penyidikan tersebut terbukti bahwa “SY selaku kades aktif telah menyelewengkan dana pada beberapa kegiatan yakni BUMDES, jalan desa, meubeler posyandu serta pengadaan bibit ternak.

“Jumlah keseluruhan dugaan Tipikor diperkirakan Rp 240 juta, tersangka telah kita tahan dan dititipkan sementara di lapas,” jelasnya Kasi yang didampingi jaksa penyidiknya.

Rusly menambahkan, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka SY dijerat pasal 2, pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. Direncanakan berkas perkara kasus itu dilimpahkan pada pekan ini untuk segera disidangkan pihak pengadilan Negeri (PN) Luwuk.*(RAM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here