Suami Pukul Istri Pakai Obeng Hingga Pingsan

LUWUK – Akibat cekcok mulut karena istri curiga suami selingkuh, berakhir dengan tindak pemukulan menggunakan obeng dan mengakibatkan korbannya jatuh pingsan.

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini terjadi, Rabu (19/6/2024) di Jalan Halimun Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai.

Sebagai korban dalam kasus ini yakni, AT (24) ia merupakan isteri dari pelaku EK (24). Keduannya merupakan pasangan rumah tangga baru yang tinggal di Mess Karyawan perusahaan pengolah Arang Tampurung, di kompleks Halimun.

Menurut keterangan korban, sebelum kejadian, AT dan pelaku terlibat percekcokan karena mencurigai bahwa suami mempunyai Wanita Idaman Lain (WIL) atau selingkuh.

Tidak senang dengan tudingan itu, EK langsung memukul korban menggunakan sebuah obeng besi ukuran 25 cm. Hantaman telak mengenai kepala bagian dahi kiri. Seketika itu juga korban jatuh tak sadarkan diri dengan luka robek mengeluarkan darah segar.

Sebenarnya awal pertengkaran korban ingin pergi dari tempat tinggal mereka itu, karena memang korban sudah tidak tahan dengan kekerasan yang dialaminya. Saat mau pergi itu keduanya terlibat terlibat cekcok mulut hingga terjadilah KDRT.

Dalam pers rilis WA group Mitra Humas Polres Banggai mengutip keterangan Bhabinkamtibmas Polsek Luwuk Aipda Abd. Rahim Maura, korban dalam kasus KDRT ini sudah ditangani oleh tim medis di ruang Instalasi Forensik dan Medicolegal RSUD Luwuk, sementara pelakunya melarikan diri.

“Korban sudah dilakukan pertolongan medis dengan membawanya ke rumah sakit, sementara pelaku langsung melarikan diri sesaat setelah kejadian,” jelas Bhabin.

Ia menjelaskan kronologi kejadian, yang mana berdasarkan keterangan korban, sebelum kejadian, korban dan pelaku terlibat percekcokan karena sang istri curiga bahwa sang suami mempunyai Wanita Idaman Lain (WIL) atau selingkuh.

Lalu pelaku memukul korban menggunakan sebuah obeng besi ukuran 25 cm, mengenai kepala bagian dahi kiri. Seketika itu juga korban tak sadarkan diri dengan luka robek dan mengeluarkan darah.

“Saat itu korban ingin pergi dari rumah karena sudah tidak tahan dengan kekerasan yang dialaminya. Saat mau pergi itu keduanya terlibat pertengkaran dan terjadilah KDRT,” sebutnya.

Kemudian, sambung Aipda Rahim, beruntung saat itu ada saksi AR yang melintas dan mendapati korban tergeletak (pingsan). Selanjutnya menghubungi petugas untuk bersama membawanya ke RS.

“Korban mendapatkan tiga jahitan dari luka yang dideritanya. Setelah ini, akan kami dampingi membuat laporan di SPKT Mapolres Banggai,” pungkasnya.*/pr

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button