Tak Terurus, Orang Gila Nyaris Tenggelam Di Laut Bunta

BANGGAI – Seorang perempuan yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) nyaris menjadi korban tenggelam di perairan laut Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Rabu (2/2).

 

 

Korban diketahui bernama Maria Nona Nita (27) asal Dusun IV Tanah Merah, Desa Sampaka, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai. Dia diselamatkan warga dengan kondisi tengah terapung dilautan setempat.

 

 

Kapolsek Bunta Iptu Nanang Afrioko SH, MH, mengatakan, sebelumnya korban terlihat oleh seorang warga  sedang berjalan di Jalan Umum Trans Sulawesi dari arah Bunta menuju Desa Tuntung, Berselang kemudian,ia kembali dilihat oleh warga lain bernama Anto sedang mandi di laut.

 

 

“Korban pertama kali terlihat oleh Marcel Masoso seorang pelajar sedang berjalan dari arah Bunta menuju Desa Tuntung, dan tidak lama kemudian warga lain bernama Anto, melihat korban mandi- mandi di perairan pantai Bahu Desa Tuntung,” kata Nanang.

 

 

Tidak berselang lama saksi Anto kembali melihat korban sudah dalam kondisi terapung, sehingga dipangilnya warga lain yakni Akbar Wahab untuk menolong korban dengan cara menarik tubuh korban dari laut ke pinggiran pantai.

 

 

“Akbar Wahab langsung berenang mendekati korban dan menarik tubuh korban pinggiran pantai” ungkap Iptu Nanang.

 

 

Saat di evakuasi tubuh wanita kelahiran Maumere, 9 Juni 1994 itu dalam kondisi tidak sadarkan diri, kemudian diberikan pertolongan dengan cara menindih bagian dada guna memancing pernafasan, saat itu juga koban mengeluarkan air dan busa putih dari mulut.

 

 

“Bhabinkamtibmas Briptu Frendi Kamasi yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Bunta untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, korban dalam kondisi perawatan medis Puskesmas Bunta,” tutur Kapolsek.

 

 

Selain itu katanya, Polsek Bunta telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi dan telah menghubungi pihak keluarga.*pr

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button