Tewas Mengapung di Pinggir Ranting Bambu

23

BATUI – Norman (20) warga Dusun Bolo-Boloa, Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui yang hanyut terbawa arus sungai  setempat pada Rabu lalu, ditemukan tewas mengapung dipinggir ranting bambu.

Kepala Kepolisian Sektor Batui, Iptu IK Yoga Widata SH, mengatakan jenazah Norman telah ditemukan.

“Sebelumnya tim SAR gabungan bersama masyarakat pagi tadi kembali melanjutkan pencarian korban yang dimulai dari lokasi awal hanyut menuju hilir sungai. Alhamdulillah sore tadi usaha kita tidak sia-sia, korban akhirnya ditemukan,” kata Kapolsek

Jasad Norman ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Saat itu warga melihat jasad korban telah mengapung dan tersangkut dengan ranting bambu. Jaraknya sekitar 200 M dari lokasi awal hanyut.

“Korban pertama kali ditemukan mengapung dan tersangkut dipinggir ranting bambu oleh seorang warga bernama Herson (35), Jaraknya sekitar 200 M dari lokasi awal hanyut.” ungkap Iptu Yoga.

Tim SAR gabungan yang menerima laporan warga tersebut langsung menuju lokasi tempat korban ditemukan. Korban selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ungkap Iptu Yoga.

Kapolsek mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban, serta berterimakasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pencarian korban.

Sebelumnya, Norman dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Balo Baloa pada 1 September, sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa itu bermula saat korban bersama seorang rekannya hendak kembali kerumah usai bekerja mengupas kelapa.

Saat akan menyeberang sungai Bolo Boloa, korban sempat menyampaikan bahwa tidak akan menyeberang dikarenakan kondisi sungai banjir, dia akan mencari jalan pintas. Kemudian rekan korban Esmon melanjutkan penyeberangannya .Tidak lama saksi melihat korban ikut juga menyeberangi sungai. Namun saksi sempat menegur agar jangan ikut menyeberang karena korban tidak bisa berenang, terang Iptu Yoga.

“Beberapa saat kemudian korban berteriak minta tolong. Dan saat itu saksi Esmon berupaya menolong korban dengan cara menarik dan mengangkat korban,” beber Iptu Yoga.

Tetapi, lanjut kembali Iptu Yoga, upaya yang dilakukan saksi Esmon tidak berhasil karena kondisi arus sungai yang begitu deras, dalam dan keruh. Bahkan saksi juga sempat terseret arus sungai, namun berhasil menyelamatkan diri.

“Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga di sekitar lokasi dan kembali melakukan pencarian terhadap korban, dibantu warga sekitar sungai. Namun tidak berhasil menemukan korban,” terangnya.* pr/Apry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here