TNI Tetap Menjadi Kebanggaan Rakyat

0
57
BNET – Panglima TNI mengatakan keyakinannya bahwa TNI masih menjadi kebanggaan rakyat Indonesia. Hal tersebut karena selama ini prajurit telah menunjukan profesionalitas dalam melaksanakan setiap tugas yang telah dipercayakan rakyat, bangsa dan negara.
“Saya yakin keluarga dan seluruh rakyat Indonesia juga bangga terhadap profesionalitas TNI-nya”, ungkap Panglima.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui teks pidato Panglima TNI yang dibacakan Dandim 1308/LB, Letkol Inf Nurman Syahreda, SE saat melangsungkan upacara HUT TNI ke 74 tanggal 5 Oktober 2019.
Pada momen tersebut Dandim bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Lanjut pidatonya, hal itu harus disyukuri sekaligus menjadi cambuk bagi kita semua untuk berbuat lebih baik lagi. Oleh karena itulah, tema pokok pada kegiatan HUT ke-74 ini adalah “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat”.
Dikesempatan ini, selaku Panglima TNI dan atas nama seluruh prajurit, PNS TNI beserta keluarga besar TNI, Panglima mengucapkan rasa hormat dan bela sungkawa yang mendalam atas gugurnya prajurit-prajurit terbaik TNI dalam melaksanakan tugas negara.
“Kami yang ditinggalkan akan melanjutkan tugas yang diamanahkan dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran”, ucapnya.
Pada bagian lain pidatonya, untuk para Perwira, Bintara danTamtama, serta Pegawai Negeri Sipil TNI yang dicintai dan dibanggakan, sebagai alat negara, tugas TNI tidak terlepas dari perubahan lingkungan strategis yang berkembang dinamis dan semakin kompleks. Perkembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak disruptif di berbagai bidang. Hal ini bagi Panglima, telah menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi. Sebagai contoh katanya, perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Konsep inipun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai. Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat. Ancaman militer dan non militer berubah dan TNI harus siap menghadapinya.
Olehnya itu kata Panglima, menghadapi kompleksitas ancaman di atas, diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan Postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI.
Untuk itu Dalam rangka pembangunan kekuatan TNI, telah dibentuk beberapa organisasi baru pada kurun waktu 2018 sampai 2019 yaitu, pembentukan Divisi Infanteri-3/ Kostrad, Koarmada III, Koopsau III dan Pasmar-3 Korps Marinir pada tanggal 11 Mei 2018, guna menghadapi trouble spot di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu juga dibentuk Satuan TNI Terintegrasi (STT) Natuna pada tanggal 18 Desember 2018 sebagai pangkalan aju bagi unsur-unsur TNI yang beroperasi di wilayah utara Indonesia, kemudian Pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI pada tanggal 30 Juli 2019 untuk menyelenggarakan operasi khusus guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah NKRI. Dengan samping itu, pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, II dan III pada tanggal 27 September 2019.
Dalam pidatonya Panel ma juga menyentil hal substan as ial lain untuk dipedomani dan dilaksanakan antaralain, perkokoh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta luaskan hati untuk terus beribadah, karena hanya kepada -Nya lah kita berserah diri. Pada poin lainya yakni, tingkatkan soliditas TNI serta pegang teguh nilai-nilai keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, agar selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa yang ber Bhineka Tunggal Ika serta tingkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang kian kompleks.
Upacara HUT TNI ini digelar di Lapangan Makodim  1308/LB dan dihadiri oleh,  Kasdim 1308/LB Mayor Inf Red Abner Patambo,
Pabung Bangkep,  Mayor Inf Sutikno, Kaminvetcad Luwuk, Mayor Cba Ramli, Sepasi Kodim 1308/LB, Para Danramil jajaran Kodim 1308/LB, Dantepbek XIII-44-02 Luwuk Lettu Cba Arifianto, para Bintara dan Tamtama Kodim 1308/LB, anggota Sabhara Polres Banggai, KB/GM FKPPI Kab. Banggai.
Adapun Pejabat dan kesatuan upacara, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Letkol Inf Nurman Syahreda, SE ( Dandim 1308/LB ), Danup, Kapten Inf Herman ( Danramil 1308-03/Batui), Pa. Up : Kapten Inf Ramli ( Pasi Pers Kodim 1308/LB ), Pa. Kam Lettu Inf Dumanauw Lahope ( Pasi Inteldim 1308/LB ), Pembawa acara : Sertu Riendy O. Lutang ( Anggota Staf Pers Kodim 1308/LB ), Pengucap sapta marga, Serka Rizal ( Bati Komsos Siter Kodim 1308/LB ).
Sementara pada posisi Kesatuan upacara, 1 SSK Kodim 1308/LB, 1 SST Yonif 714 Kipan/C, 1 SST Sat Sabhara Polres Banggai, 1 SST Satpol PP Banggai dan 1 SST KB/GM FKPPI Kab. Banggai. Setelah dialaksanakan kegiatan upacara, dilanjutkan dengan  gelaran atraksiyang diantaranya,
Atraksi Kolone Senapan oleh Personil Kodim 1308/LB.
Selain itu juga ada gelaran korps rapor kenaikan pangkat dipimpin Dandim 1308/LB bertempat dilapangan apel makodim 1308/LB.
Usai kegiatan ini kemudian berlanjut pada acara syukuran HUT TNI dirangkaiankan dengan kenaikan pangkat 01-10-2019, bertempat di Aula Makodim 1308/LB dipimpin Dandim 1308/LB bersama seluruh anggota makodim dan dihadiri oleh Kapolres Banggai AKBP Moch Soleh, S.Ik, SH, MH berserta jajarannya beserta Kapolres Bangkep AKBP Aditya Dharma, S.Ik.*pr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here