Usai Posting Pernyataan SARA di FB, Pelaku Minta Maaf

0
219
dok foto: Ramly Djakaria 
B-NET. Hariono Madopi (32), terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah ia mengunggah pernyataan yang bernuansa SARA di akun media sosial facebook sehingga menimbulkan keresahan masyarakat komunitas muslim daerah ini.
Kapolres Banggai AKBP Moch. Sholeh SIK, SH, MH, mengungkapkan, awalnya pada 4 November 2018 lalu, tersangka yang berprofesi sebagai pedagang ayam potong ini memposting kalimat di media sosial yang meresahkan masyarakat Muslim di Kabupaten Banggai sehingga Polres segera menyikapi persoalan tersebut.
“Polisi bersama masyarakat langsung mengamankannya,” ungkap Kapolres Banggai kepada awak media, Selasa (4/12).
Kapolres menyatakan, Hariono Madopi bisa dikenakan pasal 28 ayat (2) UU ITE tentang postingan di media sosial yang menyebabkan keresahan, permusuhan dan SARA. Hanya saja loporan masyarakat itu sudah dicabut. Sehingga Polres Banggai tidak memproses dan hanya membinanya.
Lanjut dikatakan, kasus ini merupakan contoh agar masyarakat cerdas dalam menggunakan media sosial. Jangan memposting status yang menimbulkan ujaran kebencian SARA dan meresahkan masyarakat.
“Postingan di medsos harus mempunyai nilai kebaikan,” tutur AKBP Moch Sholeh.
Kapolres menegaskan, jika ada postingan yang menimbulkan keresahan, maka pihaknya tidak segan-segan memproses hukum.
“Saya berjanji akan memproses hukum pelakunya,” tegas orang pertama di Polres Banggai tersebut.
Kapolres berharap, semoga masalah Hariono Madopi menjadi pelajaran bagi semuanya, agar bijak dalam bermedia sosial. Apalagi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.
Sementara itu, dihadapan Kapolres Banggai dan anggota Biker Subuhan Luwuk, Hariono Madopi meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.*(RAM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here