Walau Covid, Sektor Pertanian dan Perikanan Masih Menjadi Primadona Sulteng

44

(dok foto istimewa)

Palu – Mendagri Tito Karnavian mengatakan, sebaiknya Provinsi Sulteng terus mengenjot pemanfaatan sektor pertanian dan perikanan. Sebab kedua sektor ini merupakan income approach dalam memacu sektor perekonomian di wilayah ini.

“Saya memberikan saran kepada teman-teman di Provinsi (Sulteng) dan kabupaten/kota untuk menggejot sektor pertanian dan perikanan, karena dua ini masih positif semua, permintaan, demand-nya tinggi sekali,” terang Mendagri dalam keterangan persnya usai pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sulteng dan Forkopimda Jumat (24/9/2021).

 

Menteri punya alasan bahwa, dua sektor itu permintaannya terbilang tinggi, meski di tengah pandemi Covid-19, jelasnya.”

Seperti dikutip melalui www.kemendagri.go.id  bahwa menurut Mendagri, Gubernur Sulteng telah memiliki konsep untuk menggenjot kedua sektor tersebut. Dirinya juga menanggapi, rencana Gubernur Sulteng untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai bentuk bantuan kepada para petani dan nelayan. Upaya tersebut, kata Mendagri, dinilai penting, sehingga perlu didorong oleh Himpunan Bank Negara (Himbara).

Sementara itu, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura mengatakan, dirinya telah menandatangani program KUR sebesar Rp5 triliun dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program tersebut dilakukan untuk membantu sektor pertanian dan perikanan. Supaya program itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, dirinya juga telah menggandeng bupati dan wali kota di Provinsi Sulteng.

Rusdy menambahkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa berdasarkan ketentuan, pinjaman di bawah Rp 100 juta tidak membutuhkan jaminan. Dengan pemahaman itu, masyarakat diharapkan bersedia mengambil pinjaman di bank. “Ini saatnya masyarakat kita diajarkan oleh kita, oleh dinas bagaimana meminjam uang di bank,” ujar Rusdy.

Di lain sisi, Rusdy bersyukur meski di tengah pandemi pertumbuhan ekonomi di daerahnya berhasil mencapai angka 15 persen. Pertumbuhan itu, kata dia, sempat ditanyakan Presiden Joko Widodo, terutama terkait dengan faktor penyebabnya. “Saya bilang, untung saya masih punya kelapa, masih punya cokelat, sawit, masih punya pertanian, kita surplus Pak (Presiden) 100 ribu ton beras, itu yang ada, makanya kita juga bikin kerja sama dengan Kaltim,” kenang Rusdy, saat menangapi pertanyaan Presiden.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here