Warga Mengeluh Proyek Jalan Gunakan Material Tanah Bekas Galian Draenase

0
119
B-NET. Proyek pekerjaan jalan dilokasi pemukiman Desa Damai Makmur Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah di keluhkan warga. Hal tersebut diduga karena material timbunan jalan menggunakan tanah bekas galian selokan pembuangan (Draenase-red).
Warga dusun satu yang berada disekitar lokasi proyek, Selasa (31/7) mengatakan, pekerjaan jalan yang dianggarkan melalui dana desa tahun anggaran 2018 ini, diduga asal jadi.
“Iya timbunanya gunakan tanah bekas galian riol ” ujar sumber.
Menuturnya, jika begini material yang digunakan jelas diragukan kualitasnya, dengan demikian tentu bukan mengatasi masalah justeru hanya akan menambah masalah karena asal jadi saja” ucap mereka.
Selain itu proyek yang dikerjakan tidak ditandai papan proyek jadi tidak terlihat bentuk tranparansi publik atas penyelenggaraan pemanfaatan administrasi keuangan desa.
Sementara dengan adanya proyek ini malah hanya mendatangkan dampak buruk karena sudah mengganggu kegiatan aktifitas warga, dimana jalan yang dikerjakan malah sulit dilewati warga, apa lagi kalau menggunakan sepeda motor sering tergelincir karena licin disebabkan ruas jalan berbecek, terlebih musim hujan seperti sekarang ini. Makanya warga menduga pejerjaan proyek jalan tersebut telah menyimpang dari RAB.
Selain itu mereka juga tidak tahu tiba – tiba proyek sudah dikerjakan dan pada akhirnya tak mendatangkan asas manfaat yang lebih baik terhadap masyarakat.
Kepala desa Damai Makmur, Wayan Mitra saat ditemui awak media dirumahnya mengaku jika material tanah untuk menimbun jalan itu memang menggunakan tanah bekas galian riol. Disamping itu Kades juga berujar bahwa proses pekerjaanya hanya dilakukan secara manual tanpa menggunakan peralatan mekanis pembuat jalan (alat berat-red).
“Tidak bisa gunakan alat berat, jadi hanya dikerjakan secara manual saja” kilahnya.
Sementara saat disinggung apakah pelaksanaanya sudah sesuai RAB, Kades mengatakan, nanti ia cek dulu ke TPK. Sedangkan untuk persoalan papan proyek  menurutnya akan segera dipasang. Ditegaskan kades bahwa mekanisme pekerjaan ini sudah sesuai petunjuk pimpinan yang ada dengan panjang kurang lebih 1000 meter.
“Ini sudah sesuai petunjuk pimpinan” tegasnya.
Secara terpisah Kadis Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD) Kabupaten Banggai saat dikonfirmasi mengatakan, berjanji akan menindak lanjuti hal tersebut.
“Massa timbunan gunakan tanah bekas galian riol” demikian sesal Kadis DMPD.
Sementara Camat Nuhon Hidayat Dulu mengaku akan menanyakan langsung perihal dugaan warga terkait pekerjaan proyek yang diduga asal jadi itu pada Kadesnya.
“Nanti saya hubungi kadesnya” kata Camat.*(zl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here