Warga Pangkalasean Datangi Kantor Bupati Laporkan Tidak Puas Dengan Pelayanan Camat Balantak Utara

0
81

BNET – Belasan warga Desa Pangkalasean Kecamatan Balantak Utara Kabupaten Banggai Sulteng Rabu (2/10) berbondong-bondong mendatangi Kantor Bupati Banggai guna menemui Bupati Herwin Yatim dan Mustar Labolo untuk melaporkan perilaku Camat Balantak Utara terkait dengan permohonan surat penyerahan tanah perkebunan mereka yang belum ditandatangani.

“Sudah kurang lebih dua bulan lamanya belum ada kabar pasti tentang realisasi permohonan surat penyerahan yang kami ajukan untuk ditandatangani”, ungkap salah seorang warga Karto.Menurutnya, mereka sengaja datang untuk bertemu dengan Bupati Herwin Yatim atau Wakil Bupati dan Asisten 1 Setda Banggai guna melaporkan tentang realisasi permohonan penyerahan tanah kebun mereka yang hingga kini hanya mengendap di Kantor Kecamatan tanpa ada kejelasan pasti kapan surat tersebut ditandatangani. Padahal segala perlengkapan adinistrasi sebagai prasarat telah dipenuhi sesuai dengan petunjuk format pihak kecamatan. Bahkan kata Karto,  asal usul loksi tanah yang dimohonkan itu sudah di cek langsung oleh unsur pemerintah desa dan kecamatan yang berkompoten, bahkan camat sendiri sudah mengecek langsung lokasinya jika itu merupakan perkebunan kemiri yang digarap warga tanpa ada sengketa atau lahan yang masuk kawasan hutan lindung.  Ironisnya hingga kini surat penyerahan itu belum juga ditandatangani dan tidak ada jaminan kepastian dari camat apa yang menjadi alasannya hingga hal ini menjadi terkatung-katung.

“Selama ini kami sudah berkali-kali bolak balik ke kantor camat, namun hanya mendapat jawaban tungu dulu dan hingga kini sudah memasuki kurang lebih dua bulan lamanya belum juga kelar, ada apa ini”, keluh Karto.
Sementara hal yang sama juga dikemukakan Asriadi. “Saya sudah beberapa kali menemui camat tapi jawabanya hanya tunggu dulu, bahasa ini sudah sejak dua bulan lalu diulang-ulang”, katanya.
Seharusnya kata Asriadi, layaknya pejabat pemerintah di kecamatan tentunya warga berharap keberadaanya mampu menjalankan fungsi tugas sebaik mungkin sehingga dapat mewujudkan sistim pelayanan prima bagi seluruh masyarakat.
“Jadi bukan harus memberi kesan seolah mempersulit masyarakat”, demikian ujarnya. 
Sementara,  rombongan warga yang datang dari jauh diwilayah timur kepala burung ini berharap, sesampainya di Kota Luwuk masaalahnya bisa terselesaikan, namun sayangnya saat mereka tiba di Kantor Bupati justeru hanya menemui jalan buntu, sebab pejabat berkompoten yang rencana dituju itu tidak berada ditempat. Untuk bupati dan wakil, Sekab serta Asisten 1 ada di luar kota. Sedangkan Kabag Tapem tengah menjenguk anaknya di rumah sakit. Saat itu warga hanya diterima Asisten 3 Ramli Hanis yang merupakan satu-satunya pejabat senior yang tersisa saat itu.  Dalam pertemuannya warga diminta menjelaskan duduk persoalanya dan sekaligus diberi arahan oleh pejabat ini. Mendengar keluhan warga itu sempat membuat Ramli riskan dan berkomentar kenapa hal itu bisa berlarut sampai berbulan-bulan. Karena setaunya ketika lahan sudah dipastikan tidak bermasaalah tentu penyelesaianya bisa cepat tidak seperti sekarang yang sudah menyita waktu yang lama.
Sementara itu ditempat terpisah Asisten I Setda Banggai Yudi Amusudin saat dihubungi wartawan via ponselnya terkait tentang keluhan ini,  sagat merespon dan empati pada warga. Ia berjanji akan segera menyelesaikan persoalan setelah kembalinya di Luwuk usai melaksanakan tugas dinas di luar daerah.* le

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here