Warga Simpang Raya Mengeluh, Elpiji Subsidi Dijual 25-30 Ribu

0
122

Foto ilustrasi (dok foto istimewa) 

 

B-NET. Warga Desa Doda Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai mengeluh adanya penjualan gas LPG subsidi 3 Kg seharga 25 hinggah Rp.30 ribu per tabung. Nilai jual tersebut sudah terpaut jauh dari ketetapan harga subsidi dari pemerintah yang hanya berkisar kurang lebih Rp 18 ribuan.

Meroketnya harga gas LPG 3 Kg ini memang hanya berlaku di kios-kios yang bukan penyalur resmi diwilayah ini,   hal itu disebabkan pengecer resmi sering beralasan habis. Ironisnya kenapa di kios-kios pengecer yang tak resmi begitu banyak menjamur gas LPG subsidi sehingga mudah didapatkan.

Menurut info maraknya penjualan dengan harga miring itu dirasakan beberapa hari terakhir ini di Desa Doda Kecamatan Simpang Raya. Padahal disisi lain masyarakat sangat bergantung pada kebutuhan gas subsidi untuk keperluan memasak. Diduga kuat ada tengkulak yang bermain-main dibisnis ini.

Seperti yang dirasakan Dikson warga setempat. Kepada banggainet.com Jumat (7/9), Ia mengaku terpaksa membeli tabung gas LPG 3 Kg di kios sekitar karena sejumlah pangkalan sering kehabisan

“Mau tidak mau kami beli walaupun mahal untuk kebutuhan memasak” ujarnya.

Sementara pemilik kios saat di konfirmasi awak media mengaku mendapatkan tabung gas dari sejumlah kios dan pangkalan lalu dijual kembali dikios miliknya

“Saya beli dari kios dan pangkalan lalu di jual ulang seharga 25 ribu” akunya.

Padahal, selain agen resmi maupun pangkalan eceran, tidak diperbolehkan menjual tabung gas pada oknum tertentu yang tujuanya menampung dan mengkomersilkan lagi gas subsidi, namun sekalipun demikian faktanya diwilayah ini masih ada juga kios yang sengaja menjual tabung gas LPG 3 Kg untuk meraup untung besar. Olehnya tak heran jika kemudian memunculkan pertanyaan warga siapa sebenarnya oknum yang pantas dicurigai berperan sebagai tengkulak besarnya. *(zl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here