SEMARANG – Kalangan tokoh pers memberi apresiasi terhadap giat program JOB Tomori dan SKK Migas Kalimantan-Sulawesi (Kalsul) dalam mendorong peningkatan kapasitas wartawan dari berbagai media di Banggai.
Diketahui dalam program kemitraan dengan kalangan jurnalis, JOB Tomori dan SKK Migas telah lama mencanangkan agenda rutin dalam bingkai program media gathering.
Business Support Senior Manager JOB Tomori Sulawesi, Agus Sudaryanto mengatakan, program ini orientasinya adalah ajang silaturahmi lintas stakeholder termasuk didalamnya dengan kalangan media mainstream Banggai.
Dimana katanya, kalangan media di Banggai selama ini selalu memberi suport dalam hal ikut bersama mendukung kegiatan hulu migas yang tengah berlangsung di daerahnya itu.
Selain itu dalam program ini juga diselipkan berbagai kegiatan lain yang bersifat edukasi media.
Penjelasan sama juga dikemukakan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, Wisnu Wardhana. Dikatakan bahwa eduksi stakeholder ini dimaksudkan agar semua pihak dapat memahami secara detail tentang kegiatan hulu migas serta asas manfaat yang didapatkan dalam pengelolaanya.
Tokoh pers, Benny Siga Butarbutar yang merupakan Dirut LKBN Antara/Sekretaris Umum PERHUMAS dan Rosarita Niken W. – Dewan Pers Nasional/ Ketua KOMISI Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga dan Infrastruktur Organisasi, sangat mengapresiasi giat tersebut.
“Giat seperti ini yang sangat dibutuhkan karena memang situasi sekarang kinerja pers penuh banyak tantangan”, ujar Benny Siaga Butarbutar saat memberi materi dalam edukasi stakeholder dan media gathering yang diselengarakan JOB Tomori dan SKK Migas, (1/4/2026) di Semarang.
Menurut Benny, tantangan persaingan media mainstream (media arus utama) atau media pemberitaan berbadan hukum saat ini begitu kompleks, belum habis masaalah media konvensional yang tergerus dengan era digitalisasi media, kini malah diperhadapkan lagi dengan adanya tehnologi AI. (Artifivial Intelligrnce atau kecerdasan buatan), jika media tidak mampu mengimbangi tehknologi ini bisa jadi akan tergerus sehingga pada akhirnya semakin hilang entitas pers.
“Bisa saja kita akan kehilangan wartawan di lapangan”, kata Benny.
Olehnya itu dengan adanya giat JOB Tomori dan SKK Migas dalam membangun kemitraan media, adalah merupakan bagian dari bentuk kepercayaan mutlak terhadap entitas pers atas kinerjanya dalam memberikan informasi yang akurat kepada halayak.
Sementara dikesempatan sama Rosarita Niken W. – Dewan Pers Nasional/ Ketua KOMISI Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga dan Infrastruktur Organisas yang juga sebagai pemateri mengatakan, giat yang dilakukan JOB Tomori dan SKK Migas Kalsul sangat diapresiasi, hal ini sebagai bentuk dukungan bagi media dan jurnalis di Banggai dalam mendorong peningkatan kapasitasnya. Dengan demikian kinerja jurnalistik yang dilakukan media poros utama tetap berkualitas, sehingga tanggung jawabnya terhadap pemenuhan informasi publuk tetap berjalan sesuai dengan amanat UU Pers.
Dengan hal demikian hal ini dapat memproteksi sekaligus memberi keseimbangan pemberitaan yang akurat dari adanya pengaruh metode informasi citizen journalism yang belum tentu dapat dipastikan keabsahannya.
Karena bagi dewan pers penyampaian informasi yang dilakukan perorangan biasa atau individu masyarakat dan bukan jurnalis profesional baik itu yang dilakukan dalam bentuk tulisan maupun foto bernarasi atau durasi video melalui berbagai platfrom media sosial, bukanlah bagian dari karya jurnalustik yang diakui sesuai dengan aturan UU Pers No 40 tahun 1999, demikian Niken.
Sementara itu dalam penguatan kapasitas wartawan kali ini, selain kedua tokoh pers tersebut, JOB Tomori dan SKK Migas juga menghadirkan pemateri lain yakni, Ketua Bidang International Relationship PERHUMAS/Head of Corporate Affairs GoPay, Audrey Progastama P.