Posbidik Binaan JOB Tomori Harapan Petani Ditengah Krisis Pupuk Bersubsidi

TOILI – Kurangnya pasokan stok pupuk bersubsidi dari pemerintah sudah menjadi permasalahan serius secara umum yang kini dirasakan para petani. Akibatnya mereka sangat kesulitan dalam meningkatkan daya produksi hasil pertaniannya.

Fenomena kelangkaan pupuk ini juga sudah menjadi hal baku bagi kalangan petani di Kabupaten Banggai. Tak heran jika kemudian kondisi itu akan menjadi ancaman bagi wilayah-wilayah sentra lumbung pangan daerah ini khususnya pada produksi komuditi beras.

Secara personal memang ada dari warga petani yang telah berupaya melakukan antisipasi dengan membuat sendiri pupuk kompos secara alami. Namun merubah mainset petani secara umum itu tidak mudah, karena kebanyakan petani di wilayah itu sudah bergantung pada pupuk bersubsidi.

Sementara petani yang memiliki kiat inovasi alternatif yang berharap bisa keluar dari masalah ini jumlahnya hanya dapat dihitung dengan jari. Sekalipun demikian komunitas petani ini sudah bisa mandiri dengan pupuk yang dibuat sendiri walaupun memang hasilnya hanya sebatas konsumsi pribadi tapi sudah bisa mengurangi beban tekanan kelangkaan pupuk didesanya.

Untuk itu jika seluruh petani dapat membuat pupuk kompos sendiri, krisis pupuk subsidi tidak akan berlaku lagi di wilayah ini. Maka dari itu dengan adanya kelompok tani pembuatan pupuk kompos yang tergabung dalam Posbidik dapat memberi motifasi kalangan petani lain yang bergantung dengan pupuk subsidi supaya dapat melakukan langkah sama seperti mereka dengan cara membuat pupuk kompos sendiri.

Karena memang semangat yang dibangun dalam wadah Posbidik ini bertujuan untuk merangsang petani agar dapat mengikuti jejak ditengah kelangkaan pupuk subsidi.

Melihat situasi ini pihak Joint Operating Body Pertamina Medco Tomori Sulawesi (JOB Tomori) yang merupakan perusahaan hulu migas di Kabupaten Banggai, melalui program Comdev telah mengambil langkah responsif mendorong kelompok masyarakat petani ini dalam upaya mengatasi masalah kelangkaan pupuk yang terjadi di sekitar wilayah intervensi usahanya.

Seperti kerjasama yang tengah dilakukan dengan kelompok pembuatan pupuk kompos Posbidik di Desa Cendana Pura Kecamatan Toili. Dalam upaya itu kini telah menampakan titik keberhasilan, dimana responsif petani secara umum mulai mengikuti jejak yang dilakukan kelompok tani yang tergabung dalam Posbidik.

Menurut Ketua kelompok Posbidik Gendon, kelompok tani yang tergabung diwadah itu digagas semenjak tahun 2019. Nama Posbidik ini merupakan singkatan dari “Kompos Bikin Hidup Lebih Baik”.

Posbidik terbentuk dari Kecamatan Moilong dan berpindah alamat di Cendana Pura Toili. Daya produksi dari pembuatan kompos kelompok petani ini mencapai 50 ton hingga lebih.

Menurut Gendon keberadaan Posbidik ini selain sebagai wadah motifasi bagi para petani lambat Laun telah melebarkan sayapnya menjadi distributor pupuk bagi petani di wilayah disekitarnya. Selain melayani kebutuhan kelompok sebagian juga telah dikomersilkan ke petani yang membutuhkan.

Lanjut Gendon, untuk mengembangkan giat petani itu kelompok Posbidik mengkomunikasikan dengan pihak JOB Tomori dan kemudian kiat itu didukung.

Awal produksinya hanya sekitar 50 ton dan kini terus meningkat. Sebagian besar digunakan kelompok dan sisanya dijual dengan harga murah.

Untuk itu kata Genden, melalui kiat yang dilakukan kelompok Posbidik, diharapkan para petani dapat termotivasi untuk dapat membuat pupuk mereka sendiri. Sebab di desanya itu setiap petani memiliki ternak. Makanya untuk bahan baku pemanfaatan kotoran ternak dan campuran lainnya banyak tersedia.

“Jadi sangat mudah untuk membuat jenis pupuk seperti ini”, terang Gendon.

Gendon berujar bahwa keberadaan Posbidik ini hakikinya bertujuan untuk mendorong pemberdayaan dimana harapan kedepan sarana Pisbidik dapat menjadi media percontohan bagi petani  sehingga masaalah kelangkaan pupuk lambat laun dapat teratasi.*

Show More
Back to top button